Home TANGERANG HUB Arief Minta Santri Bijak Gunakan Medsos, Harus Cerdas Memilah-milah Informasi

Arief Minta Santri Bijak Gunakan Medsos, Harus Cerdas Memilah-milah Informasi

0
SHARE
Walikota Tangerang menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Ahmad Yani, kemarin.

KOTA TANGERANG – Sebanyak 5000 santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Tangerang mengikuti peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Ahmad Yani, Selasa (22/10). Dalam hari spesial ini, Walikota Tangerang Arief R Wismansah mempunyai harapan besar terhadap para santri di Kota Tangerang. Ia berharap para santri turut ambil bagian dalam mewujudkan kota yang berakhlakul karimah.

“Sebelumnya saya ucapkan selamat hari santri nasional, dengan momentum ini santri di Kota Tangerang bisa mewujudkan misi dan visi Kota Tangerang yakni Akhalakul Karimah,”ujarnya. Arief menambahkan, Pemkot Tangerang terus mendorong masyarakat termasuk para santri melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan dengan sistem kaderisasi secara terstruktur, masif dan sistematis untuk terus berkarya.

“Wadahnya sudah ada, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan juga ada ULPTQ di tiap kelurahan. Untuk itu, pondok pesantren harus mampu berkembang menjadi pusat ilmu, sehingga para santrinya mempunyai wawasan yang luas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,”paparnya. Arief menuturkan, para santri harus siap dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan menggunakan internet secara bijak lantaran memiliki aspek manfaat dan mudharat yang besar.

“Menggunakan medsos harus dengan bijak. Jangan mudah terprovokasi dengan konten-konten yang dapat memecah belah umat. Terus ajarkan dan syiarkan nilai kebaikan. Agar tidak menimbulkan kebencian apalagi faham radikalisme yang bisa merusak persatuan negara Indonesia,”tuturnya. Ia menjelaskan, para santri di Kota Tangerang harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Karena saat ini paham radikalisme di kalangan santri juga sangat tinggi. Maka itu santri harus bisa dengan bijak dalam menerima informasi yang bukan dari gurunya. “Pemahaman radikalisme bisa merusak persatuan NKRI. Maka itu santri harus bisa berhati-hati dalam menerima informasi. Selain itu saya meminta pondok pesantren bisa mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan bagi para santrinya,”ungkapnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here