Home TANGERANG HUB Dinkes Bina Kader Pahami Stunting

Dinkes Bina Kader Pahami Stunting

0
SHARE
SEMANGATI: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany turut menghadiri pembinaan kader kesehatan di Puspiptek, kemarin. FOTO: Dok. Net

SETU-Untuk mencegah stunting, Dinas Kesehatan Kota Tangsel mengadakan pembinaan kader kesehatan, Selasa (22/10). Acara yang dilakukan di Graha Widya Bakti Puspiptek, Setu, tersebut untuk meningkatkan pengatahuan kader tentang stunting dan mendorong kesadaran banyak pihak terkait pentingnya pencegahan stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel Iin Sofiawati mengatakan, roadshow pembinaan kader kesehatan dalam rangka pencegahan stunting. Kader merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling dekat dengan masyarakat dan dalam rangka mensukseskan pembangunan nasional, khususnya dibidang kesehatan mempunyai peran yang sangat penting.

“Jadi kader kesehatan harus dibina, dituntun, dan didukung oleh pembimbing yang terampil dan berpengalaman,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (22/10).

Iin menambahkan, output yang ingin diperoleh dari pembinaan tersebut adalah stunting pada anak bisa dicegah, pengetahuan kader bertambah, kader dapat memberikan penyuluhan tentang stunting.

“Juga termasuk anak-anak mendapatkan makanan padat gizi, dan memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam 1000 hari pertama kehidupan,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi dianggap sebagai salah satu faktor resiko diabetes, hipertensi, obesitas, dan kemarian akibat infeksi. Penyebab stunting dalam situasi adoption nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka oanjang karena kombinasi dari beberapa faktor yakni kurang gizi kronis dalam waktu lama.

“Pertumbuhan yang kurang memadai saat dalam kandungan, tidak cukup protein, perubahan hormon yang dipicu stress, dan lainya,” ujarnya.

Airin menambahkan, upaya untuk pencegahan stunting pada anak harus dilakukan pemenuhan gizi sejak hamil, beri asi eksklusif sampai 6 bulan. Dampingi asi dengan mpasi sehat, terus pantau tumbuh kembang anak, dan selalu jaga kebersihan lingkunga.

“Persoalan kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya oleh Dinkes saja tapi, harus ada dukungan dan partisipasi dari semua pihak termasuk masyarakat,” tambahnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here