Home BANTEN Gubernur di Hari Santri Nasional, Lawan Paham Radikalisme

Gubernur di Hari Santri Nasional, Lawan Paham Radikalisme

0
SHARE
HARI SANTRI: Gubernur Banten menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-V tingkat Provinsi Banten di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Selasa (22/10).

SERANG – Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) meminta para santri tidak mengikuti paham dari luar yang sengaja untuk mengacau negeri ini. Hal itu disampaikan WH saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional ke-V tingkat Provinsi Banten di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kota Serang, Selasa (22/10).

“Karena Islam pada dasarnya rahmatan lil’alamin. Pancasila telah mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Membela tanah air adalah bagian dari iman. Taatlah kepada ulama dan kiai. Insya Allah tercipta kedamaian di negeri ini,” ujar WH dalam sambutannya. Selain itu, WH uga mengajak para ulama untuk mencegah berkembangnya radikalisme di Banten. “Jangan sampai kemerdekaan yang telah diberikan Allah SWT diganggu oleh radikalisme. Para kiai juga harus bekerjasama untuk mencegah radikalisme yang memecah belah bangsa. Menganggap pemerintah yang sah sebagai taghut (setan yang disembah manusia). Jangan sampai kita menjadi bangsa pengganggu,” katanya.

WH menilai, semangat jihad harus selalu tertanam dalam diri santri-santri, khusunya dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tadi resolusi jihad dibacakan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlathul Ulama (PWNU) Banten (KH Bunyamin, red). Mengusir bangsa yang akan menjajah kembali Indonesia yang sudah diproklamasikan. Takbir berkumandang pada waktu itu, dikumandangkan Bung Tomo. Dipimpin para kiai, berhasil mengusir penjajah,” katanya.

“Semangat jihadnya dalam memerdekan bangsa ini. Bukan membunuh sesama atau melawan pemerintah ini. Para kiai sudah sepakat. Bahwa NKRI sudah final,” sambungnya. WH menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap peran pondok pesantren cukup besar. Hal itu dibuktikan dengan lahirnya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. “Dan Pemprov Banten akan terus memperhatikan pesantren,” katanya.

Berdasarkan pantauan, peringatan Hari Santri Nasional di Banten diawali dengan salat subuh berjamaah dan isghotsah di Masjid Raya Al Bantani yang dipimpin oleh KH Abuya Muhtadi dari Cidahu Kabupaten Pandeglang. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir, Danrem 064 Maulana Yusuf Kolonel Inf. Windiyatno, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, Sekda Pemprov Banten Al Muktabar, Kakanwil Kemenag Banten Bazari Syam, Ketua MUI Banten AM Romli, Ketua FSPP Provinsi Banten, Ketua PWNU Provinsi Banten, para kepala OPD di Pemrpov Banten, para kyai, alim ulama, dan tamu undangan.

Masih dalam rangkaian Apel Hari Santri 2019, Gubernur Banten Wahidin Halim juga menyerahkan Piala juara umum Pekan Olah Raga dan Seni antar Pondok Pesantran Provinsi Banten 2019 yang diraih oleh Kabupaten Lebak. Posisi kedua dan ketiga diraih oleh Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang.

Pada kesempatan itu juga WH menyerahkan hadiah umrah kepada dua santri yaitu Ryan Putra Pratama dari Ponpes Daar Istiqomah, Kota Serang dan Ipna Amelia dari Ponpes Hikmatul Iman, Cikande, Kabupaten Serang. Keduanya berhasil menjawab tantangan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan bacakan Pancasila di depan peserta Apel Hari Santri 2019 Provinsi Banten. (tb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here