Home BANTEN Kampung Pojok Jadi Lebih Hijau

Kampung Pojok Jadi Lebih Hijau

0
SHARE

PABUARAN – Kini, lingkungan RW 01, Kampung Pojok, semakin hijau dan asri. Sesuai instruksi Pemerintah Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, warga kampung ini telah menanam tanaman jenis sayur, buah, dan tanaman hias di pekarangan depan rumahnya. Warga melakukannya untuk mempersiapkan kampungnya mengikuti Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019.

Sekretaris Desa Sindangsari Jajuli menjelaskan bahwa persiapan penataan Kampung Pojok dilakukan warga sejak Agustus 2019. Warga tak hanya menghijaukan kampungnya dengan menghijaukan pekarangan rumah masing-masing dengan sistem hidroponik. Tetapi juga diajak oleh pemerintah desa untuk bergotong royong membersihkan lingkungan mereka.

Alhamdulillah, sekarang Kampung Pojok hijau,” tegas Jajuli kepada Radar Banten, Kamis (24/10).

Dijelaskan Jajuli, warga Kampung Pojok memiliki rumah bibit beberapa jenis tanaman sayur di atas lahan seluas 1.500 meter persegi. Makanya, warga diminta memanfaatkan bibit tanaman itu untuk menghijaukan kampungnya. “Tujuannya untuk mengurangi biaya dapur untuk makan sehari-hari,” katanya.

Rumah bibit tanaman sayur ini, berdiri sejak 2018 melalui Program Koperasi Kerta Raharja. Pendiriannya untuk tempat belajar warga Kampung Pojok tentang cara menanam dan merawat tanaman sayur. “Alhamdulillah, rumah bibit itu sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Jajuli.

Kampung Pojok yang dihuni oleh 350 jiwa penduduk dari 150 kepala keluarga (KK) ini, kata Jajuli, akan dijadikan kampung percontohan bagi kampung lain di Desa Sindangsari. Kampung Pojok tak hanya hijau dan asri, tetapi warganya juga dinilai sudah sadar akan pentingnya pola hidup bersih. “Insya Allah, kami akan memberikan hasil maksimal di lomba ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 01, Kampung Pojok, Mahfud menambahkan bahwa sejak Lomba Bersih dan Aman digulirkan Radar Banten, Pemkab Serang, Polda Banten, dan Korem 064/Maulana Yusuf Serang, sistem keamanan lingkungan (siskamling) di lingkungannya diaktifkan kembali. “Warga pada kompak lagi jaga ronda setiap malam. Jadi aman,” tukasnya.

Hanya saja, Mahfud mengakui jika lingkungannya masih belum dilengkapi dengan tempat pembuangan sampah (TPS). “Pengennya sih ada semacam pengolahan sampah juga. Tapi nantilah. Sekarang bertahap dulu,” pungkasnya. (mg06/don/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here