Home TANGERANG HUB Kapolres Sidak di Dua Pasar, Satgas Awasi Harga Sembako

Kapolres Sidak di Dua Pasar, Satgas Awasi Harga Sembako

0
SHARE
Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim bertanya soal kenaikan harga kepada pedagang cabai di Pasar Anyar, kemarin. Satgas Pangan Polrestro Tangerang Kota terus memantau pergerakan harga sembako hingga akhir tahun. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

KOTA TANGERANG-Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah kebutuhan pokok naik. Polres Metro Tangerang Kota (Tangkot) mewaspadai mafia pangan yang mencoba memainkan harga. Satuan tugas (Satgas) pangan Polrestro Tangkot terus memantau dan mengawasi pergerakan harga sembilan bahan pokok (sembako).

Kapolrestro Tangkot Kombes Abdul Karim menegaskan, harga sembako di beberapa pasar di Kota Tangerang sejauh ini, kenaikannya masih wajar. Berkisar Rp 1000 hingga Rp 2000. “Jika sudah terjadi kenaikan tidak wajar, kami akan melakukan penelusuran untuk mencari siapa yang memainkan harga. Karena hingga saat ini stok untuk kebutuhan pokok hingga akhir tahun cukup aman,” tegasnya.

Kemarin Abdul Karim mengecek harga sembako di Pasar Anyar dan pasar induk Pasar Tanah Tinggi. Pengecekan ini untuk mengawasi fluktuasi harga. Ia didampingi Kepala PD Pasar dan pejabat Disperindag Kota Tangerang. Satu persatu ia menghampiri pedagang telor, daging, cabai dan bawang dan beras. Ia menanyakan harga terkini.

“Ada beberapa yang perlu kita waspadai, yaitu harga ayam dan telor. Ini kalau tidak kita antisipasi bisa terulang lagi kejadian seperti tahun kemarin, bisa tembus Rp45 ribu sampai Rp 46 ribu. Untuk bahan komiditi lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng dan lainnya juga ada kenaikan,”ujarnya usai melakukan sidak di Pasar Anyar, Jumat (13/12).

Karim menuturkan, kenaikan yang terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 pada komoditi di atas masih di ambang batas toleransi atau tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Jadi dari pantauan saya secara umum untuk harga minyak goreng, cabai, termasuk bawang merah dan bawang putih rata-rata kenaikan kisaran Rp. 1000 sampai Rp. 2000 untuk harga digrosirnya, masih dikatakan normal dan tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung, soal stok komoditi selama Natal 2019 di Kota Tangerang yang diklaim aman sampai awal tahun 2020. Walaupun, hingga saat ini Bulog diketahui belum ikut campur dalam urusan stok sembako di pasar-pasar yang tersebar di Kota Tangerang.

“Stok bagus tadi saya tanya, mulai bawang merah stok dari beberapa bagus, bawang putih juga baik ada semua. Bawang putih tadi ada yang kualitas impor. Kalau impor pasti bagus tidak akan naik tinggi,” turunya.

Karim juga mengimbau, kepada para pedagang untuk tidak memainkan harga untuk kebutuhan pokok. Karena semua harga sudah ditentukan pemerintah. Jika ada maka dilakukan penindakan kepada oknum pedagang tersebut.

“Kalau ada oknum pedagang menaikan harga di luar batas wajar maka satgas pangan kami akan melakukan tindakan. Tetapi saya yakin untuk dua pasar ini masih terbilang wajar. Karena ada PD Pasar dan Disperindag yang juga melakukan pengawasan. Saya akan terus lakukan pemantuan mulai hari ini (kemarin) sampai dengan tahun baru mendatang,”paparnya.

Sementara itu Kepala PD Pasar Kota Tangerang Titin mengungkapkan, bersama dengan Disperindag selalu melakukan koordinasi untuk melakukan pemantuan harga pangan di Kota Tangerang. Jika ada harga komoditi yang naik, maka akan dilakukan intervensi atau juga pasar murah untuk masyarakat Kota Tangerang.

“Kita selalu melakukan pemantuan, menjelang Natal dan Tahun Baru. Kita terus melakukan pemantuan. Tetapi sampai saat ini masih terbilang normal dan belum ada kenaikan harga komoditi yang luar biasa, kalau ada kita langsung turun tangan agar harga tidak naik dan membuat warga resah,”tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here