Home TANGERANG HUB Ayam Dan Telur Melambung Tinggi

Ayam Dan Telur Melambung Tinggi

0
SHARE
Tim dari Kemendag dan Disperindag Kota Tangerang sidak ke pasar di Kota Tangerang, menyusul melambungnya harga ayam dan telur, kemarin. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

KOTA TANGERANG – Menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2020, harga daging ayam dan telur di Kota Tangerang meroket. Di Pasar Anyar, harga ayam dalam beberapa hari terus naik. Dari Rp 36 ribu menjadi Rp44 ribu/kilogram. Telur sebelumnya Rp2.200 per butir menjadi Rp 2.600 per butir. Gejolak harga ini memaksa tim dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun ke Kota Tangerang. Bersama Disperindag dan juga PD Pasar kemarin, melakukan sidak untuk mengetahui penyebab kenaikan harga ayam dan telur menjelang Natal dan Tahun Baru.

Auditor Inspektorat Jenderal II Kemendag Malahayati mengatakan, harga daging ayam dan telur semakin mahal di beberapa pasar di Tangerang. Seperti Pasar Anyar dan Pasar Ciledug, Kota Tangerang. Harga kedua komoditi itu terus naik. Hal itu terjadi beberapa hari belakangan.

“Hasil dari sidak hari ini (kemarin) secara umum harga kebutuhan pokok masih stabil. Tapi memang ada gejolak harga di telur dan ayam, itu ada kenaikan. Kami berharap kalau bisa jangan sampai ada kenaikan lagi, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan untuk hari besar,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres usai melakukan sidak di Pasar Anyar, Senin (16/12).

Ia menuturkan, daging ayam sebelumnya Rp36 ribu per kilogram kini naik menjadi sekira Rp 44 ribu per kilogram. Sementara untuk telur sebelumnya Rp2.200 per butir menjadi sekira Rp 2.600 per butir.

“Untuk sayur mayur, gula dan beras stabil. Tapi cabai dan bawang ada kenaikan sedikit, karena cabai tidak ada harga eceran tertinggi (HET),” ungkapnya.

Naiknya harga beberapa komoditi, lanjut Malahayati, karena tingginya permintaan jelang Natal dan Tahun Baru yang tidak dibarengi dengan stok yang memadai. Seperti ayam, kata Malahayati, memang banyak permintaan. Sehingga ada kenaikan harga di beberapa pasar di Tangerang.

“Harga ini akan kami tetap awasi. Bisa juga mengawasi dari aplikasi. Kami pantau dari pusat. Kami juga akan melakukan intervensi jika ada kelonjakan harga di luar batas kewajaran,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Tangerang Herman Suherman menjelaskan, akan mengawasi pergerakan harga setiap harinya sampai akhir tahun.

“Kami juga memantau distribusi. Pedagang jangan sampai ada yang memainkan harga. Kemarin kita sudah kerja sama dengan polres, jadi jika ada pedagang yang melakukan permainan harga maka akan dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota,” katanya.

Herman mengakui, kalau beberapa harga komoditas di Kota Tangerang merangkak naik, menjelang libur akhir tahun seperti daging ayam dan telur. Namun, untuk sembako lainnya, Herman mengatakan harga masih cenderung stabil sampai akhir tahun nanti.

“Lebih stabil tahun ini, karena daging sapi juga tidak naik. Karena Distribusi lebih lancar, permintaan berkurang. Tidak seperti daging ayam, yang permintaan banyak tetapi distribusi kecil,” pungkasnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here