Home TANGERANG HUB Kawasan TOD Dibangun di Stasiun KA

Kawasan TOD Dibangun di Stasiun KA

0
SHARE
TRANSPORTASI MASSAL: Kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Senin (3/2). Stasiun Rawa Buntu merupakan salah satu yang memiliki lalu lintas kereta cukup padat, wal hasil akses menuju dan dari lokasi ini kerap terjadi kemacetan karena banyaknya jumlah penumpang kereta. Maka dari itu, pemkot melakukan kajian untuk menjadikan lokasi ini sebagai transit oriented development (TOD). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah melakukan pembangunan TOD (transit oriented development) di 53 titik di Jabodetabek. Salah satunya di Kota Tanngsel. Pembangunan tersebut segera terealisasi, dikarenakan sudah masuk dalam kajian wilayah.

Kepala Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel Judianto menungkapkan, terkait kawasan TOD di Kota Tangsel akan dibangun di stasiun-stasiun yang ada di Kota Tangsel.

Sementara, akan difokuskan ke tiga stasiun terlebih dahulu, yakni Stasiun Rawabuntu, Sudimara dan Jurangmangu.

“Itu satu kawasan yang dibangun terintegrasi yang berbasis kepada transportasi. Jadi, kita ini kondisi geografisnya sudah diuntungkan dalam hal ini stasiun-stasiun yang aksesnya langsung ke ibu kota,” jelasnya di Serpong, kemarin.

Dia menjelaskan, dalam merealisasikan kawasan tersebut pihaknya baru saja menyusun kajian terkait batasan-batasannya. Di tahun ini, pihaknya akan membuat regulasinya. “Kemarin 2019 baru selesai kajiannya, 2020 mau kita giring legal aspeknya. Mudah-mudahan 2020 akhir sudah mulai bisa diterapkan. Akan kita lampirkan perwal (peraturan wali kota). Jadi kalau sudah ada aturan kita lebih kuat kan untuk menggiring pengembangan kawasannya,” jelasnya.

Menurut dia, dengan adanya kawasan TOD itu maka kemacetan akan berkurang. Selain itu juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi massal.

Serta mendorong pertumbuhan investasi di Kota Tangsel. Dengan demikian, kemajuan Kota Tangsel yang memberikan kenyamanan, kemudahan dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal akan terwujud.

“Yang menjadi permasalahan macet sekarang adalah masyarakat ini kan berbondong-bondong mengakses ke terminal atau stasiun. Sehingga mengakibatkan kemacetan di jalan raya yang menuju tempat tersebut. Ini akan direduksi, dikurangi supaya masyarakat itu bisa beraktivitas, one stop servisnya di kawasan itu. Bisa tidur, bisa makan, bisa belanja, bisa ke rumah sakit, bisa apapun di kawasan tersebut,” urainya.

Menurut dia, jika masyarakat yang pulang pergi ke ibu kota menggunakan akses umum dan sekarang di konsentrasikan di satu tempat itu sangat signifikan untuk mengurangi kemacetan. Karena itu,dia berharap 2021 sudah dimulai implementatifnya.

“Pengembang-pengembang yang pengen mengembangkan kawasan tersebut di 2021 sudah kita kunci. Kalau ada pengembang yang mau masuk mulai kita sampaikan akan dikembangkan TOD dan diarahkan ketempat lain. Jadi sudah mulai berfikir ke situ. Sudah tidak serampangan lagi kita ngeluarin izin untuk radius TOD,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pada hakikatnya jarang sekali kota-kota yang memberikan tempat hidup, tempat huni dan tempat kerja sekaligus. Salah satu layanan didorong oleh Pemkot adalah layanan transportasi dan birokrasi. Sebab, kedua hal tersebut sangatlah penting dan urgent.

Menurutnya, dengan layanan transportasi yang nyaman, murah, mudah dan terintegrasi maka akan memberikan efektivitas dan efisiensi perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dari segi waktu dan ekonomi juga memberikan manfaat tersendiri.

“Itulah, salah satu prinsip utama TOD yang kita dorong saat ini. Agar pengembangan kawasan mempunyai nilai tambah dengan mendorong mobilitas berkelanjutan melalui peningkatan penggunaan transportasi massal dan pengembangan fasilitas lingkungan untuk pejalan kaki yang terintegrasi dengan simpul transit,” katanya. (mol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here