Home TANGERANG HUB Pengangkatan Guru Honorer Diatur Perbub, Aturan Baru BOS Picu Bertambahnya Guru Honorer

Pengangkatan Guru Honorer Diatur Perbub, Aturan Baru BOS Picu Bertambahnya Guru Honorer

688
0
SHARE

TIGARAKSA-Kenaikan porsi untuk honor guru pada bantuan operasional sekolah (BOS) ditangggapi berlebihan oleh guru honorer. Mengacu pada Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020, disebutkan, BOS boleh untuk menggaji guru honorer hingga 50 persen. Sebelumnya hanya 20 persen. Tapi, tak semua guru honorer boleh mendapatkan upah dari BOS. Ada syarat khususnya. Yakni, hanya guru honorer yang sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidikan (NUPTK).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Tangerang Syaifullah dampak peningkatan porsi anggaran BOS dari 20 persen hingga 50 persen dapat menimbulkan membeludaknya guru honorer baru. Menurutnya, pengangkatan guru honorer akan diatur dalam peraturan bupati (perbub). Karena, perlu adanya kajian dan indikator pengangkatan guru honorer.

“Kalau honorer sudah cukup, tidak perlu mengangkat baru. Karena bisa menimbulkan ketimpangan honor antara satu sekolah dengan yang lain. Kita sedang membuatkan aturan. Bahwa proses honorarium, gaji dan pengangkatan honorer perlu diatur tolak ukur. Yakni, sekolah ini memiliki rombongan belajarnya berapa, dan gurunya berapa, kurang atau lebih,” ungkapnya.

Guru honorer baru tidak bisa mendapatkan gaji dari BOS. Syaifullah mengatakan, sebelum ada aturan baru, upah bagi guru honorer dibebankan pada pemerintah daerah.

“Kita tetap menghentikan sementara input data honorer ke Dapodik. Agar nanti honorer yang sudah mendapat honor dari bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan (BOP) tidak lagi mendapat honor dari BOS,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (18/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here