Home TANGERANG HUB Mudik Sebelum Dilarang, Ratusan Pemudik Padati Terminal Poris Plawad

Mudik Sebelum Dilarang, Ratusan Pemudik Padati Terminal Poris Plawad

0
SHARE
Ratusan warga memadati terminal Poris Plawad yang akan mudik ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka memilih mudik Kamis (23/4) lantaran hari ini, Jumat (24/4) sudah berlaku larangan mudik. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

KOTA TANGERANG-Mulai hari ini, Jumat (24/4), dilarang mudik. Sehari sebelum ada pelarangan, Kamis (23/4), warga berbondong-bondong mudik. Terminal Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, kemarin, dipadati ratusan pemudik.

Kepala Terminal Poris Plawad Alwien Athena mengatakan, sejak diumumkan adanya larangan mudik yang dimulai besok (hari ini), ada 93 bus yang mengangkut 594 pemudik.
Mereka sebagian besar pulang kampung dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Besok (hari ini) sudah tidak bisa lagi mudik. Makanya hari ini (kemarin) mereka ramai-ramai mudik. Ada 338 penumpang tujuan Madura dan 232 penumpang tujuan Semarang dan Surabaya,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres, Kamis (23/4).

Athena menambahkan, peningkatan pemudik saat memasuki bulan suci Ramadan mengalami kenaikan, meski sudah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Di sini kami juga menerapkan PSBB. Seluruh bus maksimal membawa penumpang 50 persen dari kapasitas tempat duduk. Hal tersebut tertuang dalam aturan PSBB yang mengatur kendaraan angkutan umum untuk mengangkut orang selama pandemik Corona,” paparnya.

Ia menjelaskan, jika bus melanggar aturan PSBB, para penumpang akan diturunkan dan harus 50 persen. Hal tersebut untuk menjaga jarak antar penumpang di dalam bus.

“Makanya ada chek point di sini untuk melakukan pemeriksaan. Jika tidak sesuai maka penumpang harus turun dan menunggu bus selanjutnya. Tetapi jika sudah memenuhi syarat maka dipersilakan jalan,”ungkapnya.

Sementara itu, Samsul pemudik dengan tujuan Sumenep, Jawa Timur mengaku sengaja memilih mudik lebih cepat, khawatir tak bisa mudik. Lagi pula semenjak wabah virus Corona usahanya berdagang soto di Pasar Anyar, Kota Tangerang sepi.

“Jualan sudah sepi. Penurunan omsetnya sampai 70 persen mas. Jadi bisa lama di kampung. Kemungkinan kembali lagi ke Tangerang kalau virus Corona sudah selesai,”katanya.

Syamsul mengaku, sengaja mudik pada hari ini (kemarin) bersama keluarganya karena sudah mengetahui mulai Jumat sudah ada larangan mudik dari pemerintah.

“Sudah ada pengumuman larangan mudik tanggal 24 April. Makanya saya dan keluarga buru-buru pesan tiket. Lebih baik di kampung lah mas, di sini sudah susah, mau usaha apa,” tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here