Home TANGERANG HUB 17 Panti Pijat di Mardigras Tak Berizin

17 Panti Pijat di Mardigras Tak Berizin

258
0
SHARE

PANONGAN – Setelah ramai diberitakan ruko Mardigras, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang sering dijadikan sebagai ajang kegiatan esek-esek. Perizinan pengelolaan usaha pada 17 ruko tersebut kini dipertanyakan.

Berdasarkan penelusuran Tangerang Ekspres, diketahui bahwa dari 17 ruko yang berkedok sebagai panti pijat tersebut, ternyata tidak memiliki surat izin dari Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang. Seharusnya izin tersebut telah mereka miliki sebelum memulai menjalankan aktivitas usahanya.

Lurah Mekar Bakti, Kecamatan Panongan Mansyur mengatakan, bahwa keberadaan ruko esek-esek tersebut, kini telah menjadi sorotan dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah. Karena ruko tersebut sering digunakan sebagai tempat kegiatan prostitusi online.

Namun, lanjutnya, sejalan dengan kegiatan usaha di ruko tersebut, ia mengatakan semua pemilik ruko tidak memiliki izin operasional usaha yang dikeluarkan oleh Disporabudpar Kabupaten Tangerang. Adapun izin yang dimaksud yakni Izin Tetap Usaha Pariwisata (ITUP).

“Hal ini berdasarkan pemeriksaan izin yang kami lakukan pada Agustus 2019 lalu,” ujarnya, Rabu (10/6).

Ia menambahkan, dokumen perizinan yang dimiliki hanya sebatas Nomor Induk Berusaha (NIB) saja, tidak ada Izin Tetap Usaha Pariwisata (ITUP) yang dikeluarkan oleh Disporabudpar Kabupaten Tangerang. “Tapi itu juga hanya sebagian pemilik ruko yang punya,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail mendesak pemerintah daerah agar tegas dalam mengungkap kasus prostitusi online yang kian merebak di Kabupaten Tangerang.

Salah satunya dengan cara pemilik ruko esek-esek di Mardigras, agar dipidanakan apabila ruko yang dikelola tidak mengantongi izin usaha. Namun apabila memiliki izin, lokasi yang digunakan sebagai ajang mesum tersebut harus segera dicabut izinnya.

“Dalam penegakan aturan disebutkan apabila lokasi tersebu tidak mempunyai izin berarti itu ilegal. Kalau ilegal kan berarti sudah melawan hukum,” tandasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here