Home TANGERANG HUB PSC Diminta Update Sistem

PSC Diminta Update Sistem

0
SHARE
PSC Diminta Update Sistem
MONITORING: Sekda Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyied (kanan) berinteraksi dengan operator PSC 911 yang berada di posko Kecamatan Cikupa, Kamis (16/7). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyied melakukan monitoring terhadap fasilitas kesehatan. Salah satunya unit public safety servis (PSC) atau pusat layanan kedaruratan masyarakat.

Pelayanan kedaruratan ini, warga yang sakit atau mengalami kendala kesehatan hanya cukup mengubungi nomor layanan gratis 911. Usai mengubungi, warga akan didatangi oleh dokter umum berikut ambulance.

“Jadi nanti warga diperiksa kemudian diputuskan apa hanya cukup dengan obat atau dirawat di fasilitas kesehatan. Apabila dirawat maka operator sistem akan mengecek rumah sakit atau klinik atau puskesmas terdekat yang kamarnya kosong,” kata Maesyal kepada Tangerang Ekspres, Kamis (16/7).

Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal memaparkan, saat melakukan monitoring terhadap pusat layanan terpadu kedaruratan masih menemukan kekurangan sistem. “Rumah sakit itu dicek oleh operator yah,” tanya kepada operator layanan.

“Bisa tidak ini layanan dibuat satu pintu. Artinya, warga tinggal memilih rumah sakit mana yang kosong kamarnya. Lalu rumah sakit tinggal menjemput atau dari sini yang menjemput ke rumah pasien dengan ambulance. Jadi cukup lewat aplikasi bukan lagi pemesanan rumah sakit oleh operator,” jelasnya.

Rudi Maesyal mengungkapkan, ada dokter umum dan petugas serta mobil ambulance yang siap siaga 24 jam menjemput warga yang sakit. Ia menilai, keberadaan pusat pelayanan kedaruratan terpadu satu pintu merupakan upaya pemerintah meningkatkan layanan kesehatan.

“Layanan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang memang sudah dilaksanakan oleh puskesmas dan rumah sakit. Tetapi perlu layanan yang bisa langsung dikomunikasikan oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menerangkan, apabila pasien perlu penanganan lanjut maka operator pusat pelayanan akan memesan kamar di fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga, warga yang sakit dapat segera mendapatkan akses penanganan medis.

“Apabila dinyatakan hanya cukup dengan obat maka tidak perlu dirujuk. Namun, perlu penanganan lebih lanjut maka akan dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang sudah dihubungi sebelumnya oleh personil pusat layanan. Jadi ini upaya bupati dan wakil bupati dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (sep/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here