Home BANTEN Hari Jadi Ke-13 Kota Serang, Pemprov Diminta Lebih Perhatian

Hari Jadi Ke-13 Kota Serang, Pemprov Diminta Lebih Perhatian

0
SHARE

SERANG-Pemprov Banten harus memberikan perhatian lebih kepada Pemkot Serang. Karena sebagai ibukota Provinsi Banten. Hal ini ditegaskan Syahbandar, tokoh masyarakat Kota Serang, yang memberikan sambutan pada rapat paripurna istimewa peringatan hari jadi Ke-13 Kota Serang. Ia menilai, fasilitas Kota Serang masih banyak kekurangan. Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten seharusnya tampil sebagaimana layaknya sebuah kota provinsi. Namun nyatanya sejumlah fasilitas umum masih buruk.

Salah satunya adalah masih adanya jalan yang rusak. Celakanya jalan rusak yang ada di Kota Serang ini merupakan jalan kewenangan Pemprov Banten. Belum lagi sarana toiket di alun-alun yang tidak memadai. Menurut Syahbandar ada kewajiban lebih pada pundak Pemprov Banten untuk membangun Kota Serang sebagai sebuah ibukota provinsi. Tidak hanya jalan.

Bahkan semua utilitas kota yang harus ada di sebuah ibukota provinsi yang tidak bisa dibiayai oleh keuangan Pemkot Serang, semestinya bisa dilakukan oleh pemprov. “Namanya juga ibukota. Kalau ibu itu harus lebih dari anak-anaknya, dikasih bantuannya oleh provinsi. Bantuannya harus 10 kali lipatnya lah,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Walikota Serang Syafrudin menyampaikan, pada peringatan HUT ke-13 tahun ini, mengambil tema “Melalui Hari Jadi Kota Serang Kita Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Covid-19 dengan Tatanan Hidup Baru Menuju Kota Serang yang Berdaya dan Berbudaya ”.

Dikatakannya, selama melaksanakan tatanan hidup baru ini semua harus menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat. Serta mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai pada masa new normal ini kesadaran dan kewaspadaan masyarakat jadi menurun. Sehingga memperbesar risiko penyebaran virus.

“Untuk itu, saya juga sangat berharap kepada semua elemen masyarakat khususnya di Kota Serang agar tetap produktif dan aman. Sehingga perekonomian di Kota Serang terus berjalan dengan baik meskipun wabah pandemi covid-19 pada saat ini belum berakhir,” katanya. Syafrudin juga mengatakan, Pemkot Serang juga tetap berupaya meningkatkan pembangunan dibidang sumber daya manusia (SDM).Sekaligus meningkatkan kualitas bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya karakteristik, kearifan lokal dan adat istiadat menuju Kota Serang yang berdaya dan berbudaya.

Pada kesempatan itu juga, Syafrudin menyampaikan beberapa penghargaan yang diterima Pemkot Serang pada 2019. Di antaranya tiga kali berturut-turut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Dua kali mendapatkan penghargaan kota layak anak (KLA) katagori pratama. Penyelenggaraan kab/kota sehat tahun 2019 di Jakarta. Pemerintah kab/kota yang memiliki kinerja baik dalam penyelenggaraan penataan ruang. Disamping itu pula lanjutnya, Pemkot Serang juga menggali inovasi-inovasi diantaranya adalah program perizinan online, pelayanan kegawat daruratan Serang Siaga 112, Bale Sandimaya, Rabeg (reaksi atas berita warga) dan lainnya yang dikemas melalui informasi teknologi. “Kami juga sampaikan jika secara garis besar hasil capaian pembangunan hingga 2020, terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat apabila kita lihat dari perjalanan kurun waktu 13 tahun terbentuknya Kota Serang,” katanya.

Saat rapat paripurna istimewa peringatan hari jadi Kota Serang ke-13 juga diwarnai aksi dari sejumlah organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Serang, dan Koalisi Mahasiswa Peduli Kota Serang (Kompas) di gedung DPRD Kota Serang, Senin (10/8).

Masa aksi pun diterima Walikota Serang Syafrudin, dan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin dan para pimpinan DPRD. Syafrudin dan Subadri langsung mendengarlan aspirasi para pengunjuk rasa.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut beberapa hal, mulai dari diselesaikannya kemiskinan terstruktur, optimalkan Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak, dan Perempuan. Lalu, memaksimalkan pendidikan, tuntaskan persoalan rumah tidak layak huni (RTLH), tinjau ulang penetapan Kasemen dan Walantaka sebagai kawasan industri dan beberapa tuntutan lainnya.

Ketua DPC GMNI Serang Arman Maulana Rachman mengatakan, angka kemiskinan melonjak pesat dengan angka 81.000 kepala keluarga (KK). Kemudian angka penganggur mencapai 10 ribu jiwa. “Kota Serang yang genap 13 tahun ini, tumbuh bukan tanpa dengan kritik, tentu banyak kritik yang harus diperbaiki, salah satunya terkait kemiskinan terstruktur ini,” katanya kepada wartawan.

Sekretaris GMKI Cabang Serang Martin Ronaldo Pakpahan mengatakan, PR lama terkait sampah sampai saat ini belum terselesaikan. Justru sejumlah tempat sampah di pinggir jalan telah hilang dan rusak. Syafrudin di depan para pengunjuk rasa mengatakan, berjanji akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki Kota Serang ke arah yang lebih baik. Termasuk dengan tuntutan dari mahasiswa. “Insyallah kami akan lakukan yang terbaik, dan sampai saat ini kami masih terus berjuang meskipun capaiannya tidak bisa terlihat lebih mudah,” katanya.

Subadri menambahkan, butuh waktu untuk menyelesaikan permasalahan di Kota Serang. Maka dari itu ia juga meminta agar jajaran OPD Pemkot Serang bersama mahasiswa dan masyarakat saling bahu membahu untuk membangun Kota Serang ke arah yang lebik baik. “Kami mengapresiasi mahasiswa yang memberikan kritik dan ini saya anggap sebagai kepedulian mahasiswa terhadap Kota Serang. Namun kami butuh waktu dan dukungan dari masyarakat juga, yuk kita bareng-bareng,” paparnya. (mam/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here