Home TANGERANG HUB Kades Pajang Data Penerima Bansos di Kantor Desa

Kades Pajang Data Penerima Bansos di Kantor Desa

0
SHARE
Kades Pajang Penerima Bansos di Kantor Desa
CEK NAMA: Seorang warga sedang melihat daftar nama penerima bantuan sosial di halaman Kantor Kepala Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (31/8). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

MAUK – Data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Sasak, Kecamatan Mauk dipajang di papan infromasi kantor desa.  Hal tersebut dilakukan guna memberikan informasi kepada masyarakat luas.  Kepala Desa Sasak, Muhamad Kosim mengatakan, dalam papan informasi yang disajikan pihak desa masyarakat terdapat melihat siapa saja warga yang mendapatkan bantuan.

“Kalau daftar nama penerima BST dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, belum kami pasang. Sebab, saat ini, warga belum terima BST yang dari Pemprov Banten. Meski di wilayah kecamatan lain sudah menerima. Makanya warga kami juga berharap BST dari Pemprov Banten, segera terdistribusi ke wilayah Kecamatan Mauk,” kata Kosim.

Ditambahkan Kosim, dari data yang ia miliki, sebanyak 888 KK penerima BST dari Kemensos. BST dari Kemensos sudah disalurkan hingga lima tahap. Tahap pertama sampai tahap ketiga disalurkan uang senilai Rp600 ribu. Sedangkan tahap keempat dan lima, uang yang disalurkan senilai Rp 300 ribu per tahap.  “Warga kami sisa menerima satu tahap lagi, infonya yang dari Kemensos BST disalurkan hingga enam tahap,” ujarnya.

Kemudian, sebanyak 61 KK penerima BST dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang. Untuk BST dari Pemda Kabupaten Tangerang sudah satu kali tahap penyaluran. Sama dengan BLT Dana Desa sudah disalurkan satu kali tahap. “Total sebanyak 289 KK penerima BLT Dana Desa. Tapi yang baru disalurkan sebanyak 153 KK, sisanya menunggu sumber pendapatan dana desa masuk ke rekening desa,” uajrnya.

Kosim menyebutkan, penempelan daftar identitas penerima BST bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang transfaran. Dengan demikian, warga dapat mengecek identitas para penerima bantuan.

“Sempat ditemukan data ganda penerima BST dari Kemensos dalam satu KK. Yakni nama kepala keluarga dan nama anak terdaftar. Tapi nama anaknya diusulkan untuk diblokir, jadi KK itu tetap dapat satu kuota jatah BST,” kata Kosim.

Sementra itu Abdul Fahrullah, salah seorang warga setempat mengapresiasi langkah kepala desa. Ia mengaku, dengan keterbukaan publik yang dilakukan oleh pemerintah desa.  “Saya sangat mengapresiasi wujud keterbukaan publik yang dilakukan pak kades dan jajaran,” pungkas. (zky/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here