Home TANGERANG HUB Klaster Keluarga Diisolasi di Hotel Bintang Tiga

Klaster Keluarga Diisolasi di Hotel Bintang Tiga

0
SHARE
Klaster Keluarga Diisolasi di Hotel Bintang Tiga
Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar memastikan kesiapan hotel Yasmin yang akan dijadikan tempat karantina penderita Covid-19 klaster keluarga.

TIGARAKSA-Pemkab Tangerang sudah membooking satu hotel bintang tiga untuk mengisolasi warganya yang terpapar Covid-19. Yakni Hotel Yasmin di wilayah kecamatan Curug. Ini dikhususkan untuk klaster keluarga yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Hotel dipilih sebagai tempat karantina karena melihat perkembangan baru. Di mana banyak kasus baru klaster keluarga. Satu keluarga terpapar Covid, yang ditularkan dari orang tua mereka.

“Tempat yang pas adalah hotel. Dalam satu kamar ada dua tempat tidur. Bisa untuk satu keluarga. Tidak mungkin satu keluarga ini kita pisah-pisahkan,” ujar Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar. Di hotel Yasmin ada 240 kamar. Jika kasus terus bertambah, gedung di perkemahan Kitri Bakti, Curug bisa menjadi alternatif.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang hingga September mencapai 900 orang. Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 67 orang masih dalam proses perawatan, 144 orang diisolasi, serta 673 orang dinyatakan sembuh. Adapun kasus suspek sebanyak 50 orang. Secara keseluruhan jumlah orang yang meninggal dunia tercatat 25 orang.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi kasus terkonfirmasi positif saat ini didominasi kluster keluarga. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan suami ataupun istri yang tertular di tempat kerja, kemudian menulari kepada keluarga di rumah. Menurutnya, hal tersebut mengkhawatirkan. Lantaran penularan Covid menjadi lebih massif daripada sebelumnya.

Hendra menuturkan, kluster keluarga bersamaan dengan meledaknya kasus persebaran Corona di DKI Jakarta. Sebab, warga Tangerang banyak yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya. Sehingga ledakan kasus di daerah lain akan berdampak di Tangerang.

“Mobilitas warga memang tinggi. Munculnya kluster perkantoran di Tangerang juga berdampak pada peningkatan kluster keluarga. Kita tracing. Ada yang terkena di tempat kerja muapun tertular di luar tempat kerja. Rata-rata mereka orang tanpa gejala (OTG). Jadi berbahaya apabila bertemu dengan lansia yang memiliki penyakit penyerta,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (14/9).

Data dari Dinas Kesehatan, ada lima kecamatan yang memiliki kasus terbanyak di Kabupaten Tangerang. Yakni, Kelapa Dua dengan 41 kasus terkonfirmasi positif, Curug terdapat 27 orang, Cikupa sebanyak 26 orang, Pasarkemis tercatat 23 orang dan Sindang Jaya mencapai 12 kasus.

Adapun secara grafik harian tercatat, dalam seminggu terakhir terdapat 6 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan, selama dua minggu terakhir terdapat 106 orang dinyatakan positif.

“Lebih kurang 30-an keluarga yang terpapar covid. Tracing kita sudah lengkap. Siapa saja yang kontak dengan mereka sudah kita test. Namun, memang bahayanya apabila terdapat lansia di dalam kluster keluarga. Dimana orang tua ini memiliki riwayat penyakit penyerta. Kebanyakan terkonfirmasi positif lantaran suami bekerja di luar Tangerang dan terkena di sana. Itu data yang kita dapat dari Dinkes DKI Jakarta,” jelasnya.

Hendra menuturkan, kluster keluarga akan dirawat di Hotel Yasmin dimana bisa ditempatkan di dalam 2 kamar untuk satu keluarga.

Untuk sementara, kata Hendra, kluster keluarga menjalani isolasi secara mandiri maupun di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.

“Di Hotel Yasmin ada 240 kamar yang akan kita gunakan. Jadi rumah singgah ini nantinya akan merawat kluster keluarga sehingga tidak tercecer di mana-mana. Karena berstatus OTG ini harus isolasi selama 14 hari dan tidak boleh bertemu orang lain, karena bisa menyebarkan,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here