Home TANGERANG HUB Operasi Yustisi Covid-19, Tiga Alumni SMAN 1 Mauk Tugas Bareng

Operasi Yustisi Covid-19, Tiga Alumni SMAN 1 Mauk Tugas Bareng

0
SHARE
Operasi Yustisi Covid-19 > Tiga Alumni SMAN 1 Mauk Tugas Bareng
APEL: Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Moh Sugiarto, pimpin apel persiapan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Senin (21/9). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SUKADIRI — Operasi yustisi pertemukan tiga alumni SMA 1 Mauk,. Mereka adalah Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Moh Sugiarto, Danramil 09/Mauk Kapten Inf ARH Mulyono dan Kepala Unit Sabhara Polsek Mauk Iptu Agus Salim. Diketahui, Mulyono dan Agus Salim adalah alumni SMAN 1 Mauk tahun 1985. Kemudian I Gusti Moh Sugiarto adalah alumni SMAN 1 Mauk tahun 1987. Hal itu terungkap dalam kegiatan sosilisasi oleh Forkopicam Sepatan, pada Selasa (22/9).

“Iya betul, beliau berdua (Mulyono dan Agus Salim-red), kakak kelas saya waktu sekolah di SMAN 1 Mauk,” kata AKP I Gusti Moh Sugiarto, Kapolsek Sepatan kepada Tangerang Ekspres, Selasa (22/9).

Gusti menceritakan, pada awalnya, pada kegiatan operasi yustisi gabungan antara Forkopimcam Sepatan dengan Sukadiri, dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Nah kalau Kecamatan Sukadiri, masih masuk wilayah tugas Koramil 09/Mauk dan Polsek Mauk. Makanya kemarin bisa tugas bareng beliau-beliau deh,” tuturnya.

Selain itu, kata Gusti, kegiatan ini dihadiri juga Camat Sepatan Dadang Sudrajat, Danramil 10/Sepatan Kapten Inf Agus Halim Siregar, Camat Sukadiri Yandri Permana.

“Kami masing-masing bawa personil. Ditambah lagi 20 personil relawan,” jelasnya.

Adapun sasaran operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini, adalah warga yang tidak mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya memberikan sanksi sosial dan tindakan penegakan disiplin sebagai efek jera, agar nanti mereka mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Senin sore kemarin, sebanyak 10 warga yang terjaring dikarnakan tidak memakai masker. Penegakan disiplin dilakukan Satpol PP kecamatan didampingi TNI/Polri, dengan memberikan tindakan ringan berupa sanksi push-up,” ujarnya.

Gusti berharap, dengan adanya sanksi sosial tersebut, mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan mencegah Covid-19, dengan cara 4 M, yaitu memakai masker saat keluar rumah, membiasakan diri mencuci tangan, menjaga jarak aman dan menghindari kerumunan. (zky/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here