Home HUKUM Sakit Hati Motor Hilang, Jejen Habisi Nyawa Mantan Bosnya

Sakit Hati Motor Hilang, Jejen Habisi Nyawa Mantan Bosnya

0
SHARE
Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya Sembiring, SIK (tengah) didampingi Kasubag Humas Kompol Abdul Rachim (kiri) menunjukkan barang bukti pembunuhan saat konferensi pers di mapolsek Jatiuwung Kota Tangerang, Senin (23/11/2020)

TANGERANG – Polsek Jatiuwung Restro Tangerang Kota, akhirnya mengungkap pelaku pembunuhan terhadap pria yang bersimbah darah di Jalan Bayur Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Kamis (19/11).

Pelaku berinisial Jejen (23), yang diketahui merupakan salah satu mantan karyawan korban yang sudah bekerja selama 13 tahun lamanya.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya Sembiring mengatakan, motif pelaku menghabisi nyawa korban bernama Kit Fo (42) karna dendam dan sakit hati motor pelaku dihilangkan korban kemudian diganti namun tidak sesuai keinginan pelaku.

“Jadi pelaku ini mengaku menghabisi nyawa korban Karna sakit hati dan dendam, sebab sepeda motornya dihilangkan oleh korban,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres di Mapolsek Jatiuwung, Senin (23/11).

Aditya menambahkan, untuk melancarkan aksinya pelaku sempat berpura-pura meminta tolong kepada korban untuk diantarkan ke rumah kerabatnya di daerah Bayur Tangerang.

“Pelaku mendatangi korban dan sudah menyiapkan palu yang dimasukan dalam tas. Kemudian pelaku minta antar dan diantar oleh korban, kemudian di jalan sepi pelaku mengeluarkan palu kemudian memukul ke bagian kepala korban sebanyak 9 kali, hingga korban tewas berlumuran darah di Jalan Bayur,”paparnya

Ia menjelaskan, setelah menghabisi nyawa korban secara sadis, pelaku lalu bergegas meninggalkan korban dengan membawa lari motor yang digunakan korban saat itu. Pelaku juga sempat membuang barang bukti palu yang digunakan tidak jauh dari lokasi.

“Setelah itu pelaku membawa sepeda motor korban dan pergi ke wilayah Kabupaten Tangerang. Tetapi tim kami bergerak cepat dan berhasil meringkusnya,”ungkapnya.

Atas perbuatan pembunuhan berencana yang dilakukan, pelaku kini dijerat Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun dan atau 15 tahun penjara. (ran/fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here