Home TANGERANG HUB Saksi Ahli Medis : Pengguna Narkoba Harus Direhabilitasi

Saksi Ahli Medis : Pengguna Narkoba Harus Direhabilitasi

0
SHARE
Saksi Ahli Medis : Pengguna Narkoba Harus Direhabilitasi
Saksi ahli dari BNN, Dr Yoseph Yody Suhendra (kemeja putih) saat memberikan pendapatnya tentang perlunya rehabilitasi terhadap pengguna narkotika dalam sidang yang digelar di PN Tangerang, kemarin.

KOTA TANGERANG-Sidang kasus narkoba dengan terdakwa Akmal, Taufiq, Dede, dan Syarifuddin kembali digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (23/11). Dalam kasus kepemilikan sabu 0,51 gram. Penasihat hukum terdakwa dan Jaksa penuntut umum (JPU) berada dalam satu ruangan dengan majelis hakim. Sementara keempat terdakwa berada di rutan.

Juru bicara tim kuasa hukum terdakwa, Sri Afriani mengatakan pada sidang kali ini, menghadirkan saksi ahli, Dr Yoseph Yody Suhendra. Ia adalah dokter Badan Narkotika Nasional (BNN). Dr Yoseph dihadirkan untuk memaparkan hasil asesmen (penilian) terhadap keempat terdakwa di depan majelis hakim yang diketuai R Aji Suryo dengan hakim anggota Sucipto dan Elly Istiyani. Juga di depan JPU Neysia Sabina, Ghozali dan Adib.

Hasil asesmen dari BNN, keempat terdakwa ini masuk kategori pengguna. Sehingga harus direhabilitasi. Menurut Dr. Yoseph, asesmen dilakukan oleh tim asesmen terpadu (TAT), yang terdiri dari tim dokter dan tim hukum. Asesmen hukum dilakukan tim penyidik kepolisian bahwa seseorang yang itu tidak terlibat dalam jaringan pengedar narkotika. Kemudian, penyidik meminta asesmen kepada tim dokter untuk membuat asesmen.

Tim penasihat hukum menanyakan kepada Dr Yoseph, bagaimana kalau asesmen cukup dari tim dokter saja? Dr Yoseph mengatakan, hasil rekomendasi tim medis saja cukup bisa membuktikan seseorang menjadi pengguna. “Karena dalam aturan, dalam proses persidangan, putusan pengadilan itu melalui rekomendasi tim medis sebagai dasar memutuskan melakukan kewenangan dalam proses hukum,” paparnya.

Ia mengatakan asesmen terhadap keempat terdakwa berkaitan dengan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu tersebut keluar dari BNN, atas permintaan penyidik (Polda Metro Jaya). Asesmen diperlukan untuk mengetahui sudah sejauh mana keempat terdakwa ini memakai narkotika. Hasil asesmen itu untuk rekomendasi dilakukan rehabilitasi. Keempat terdakwa hanya sebagai pemakai sabu.

“Pengguna narkoba kebanyakan memakai narkoba berdasarkan beberapa faktor, yang pertama dari faktor lingkungan dan faktor ingin coba-coba. Bukan berati, penggunaan narkoba bisa dimasukan dalam kategori tindak kejahatan seperti pada umumnya,”ujarnya dalam persidangan.

Dr Yosep menambahkan, kebutuhan rehabilitasi bisa dilihat dari hasil asesmen yang di keluarkan oleh tim medis. Artinya rehabilitasi tersebut untuk menyembuhkan penggunaan narkoba dari ketergantungan narkoba.

“Jadi dalam rehabilitasi juga ada dua katagori, yakni rehabilitasi rawat inap dan juga rehabilitasi rawat jalan,”paparnya.

Sementara itu, penasihat hukum keempat terdakwa Sri Afriani mengungkapkan, hadirnya saksi ahli dari tim medis ini untuk memperkuat kliennya, bahwa harus direhabilitasi. Karena mereka hanya penggunaan, bukan penjual.

“Kita puas dengan jawaban dari saksi ahli, bahwa klien kami ini masuk dalam katagori penggunaan sedang. Yang artinya, klien kami harus dilakukan rehabilitasi rawat inap,”ungkapnya.

Sri menuturkan, akan ada sidang lanjutan yang akan di gelar pada Senin pekan depan dengan agenda menghadirkan saksi ahli hukum untuk memaparkan mengenai asesmen.

“Kita akan hadirkan kembali saksi ahli hukum. Nanti akan tahu mengenai poin-poin hukum apa saja jika pengguna narkoba yang mendapatkan rekomendasi asesmen dari BNN,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here