Home TANGERANG HUB Berperang Melawan Pandemi, Pemkot Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Berperang Melawan Pandemi, Pemkot Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

0
SHARE
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah memeriksa perlengkapan protokol kesehatan yang ditempatkan di area publik untuk memudahkan masyarakat.

KOTA TANGERANG – Menghargai kehidupan dan kesehatan, adalah dampak paling terdepan dengan adanya pandemi covid-19. Sepanjang tahun 2020, pandemi memaksa semua masyarakat Indonesia, tak terkecuali Kota Tangerang untuk belajar dan melakukan hal-hal baru. Tak sedikit hal itu merupakan hal baru yang mungkin banyak diabaikan selama ini.

dr Liza Puspadewi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk tidak lelah menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia pun mengungkapkan, selama ini seluruh warga Kota Tangerang telah melakukan PHBS melalui Program Kampung Tematik.

“Didalamnya, masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, mempercantik kampung, hingga bercocok tanam. Namun, di masa pandemi seperti saat ini, hal tersebut tentu saja tidak cukup. Maka, Pemkot melalui jajarannya terus mensosialisasikan 3M tanpa lelah,” ungkap dr Liza, Sabtu (14/11/20).

Lanjutnya, Pemkot telah mengerahkan seluruh OPD untuk melakukan bina wilayah. Seluruh pegawai melakukan operasi razia masker, di berbagai lokasi keramaian, hingga Satpol PP melakukan sanksi denda pelanggar tidak mengenakan masker.

“Target kami mencegah sebanyak mungkin agar orang tidak sakit, melalui kampanye 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu juga kampanye 3T, tracing, testing, dan treatment serta vaksinasi,” ujar dr Liza.

Sementara itu, Specialist Paru, dr Sylvia Sagita Siagaan SpP yang juga merupakan dosen Universitas Pelita Harapan menuturkan, target pemerintah saat ini bukan hanya menyelesaikan wabah, namun kondisi kesehatan masyarakat Indonesia juga harus lebih baik lagi.

Ia pun menuturkan,bahwa saat ini tenaga kesehatan tidak hanya berjuang memerangi pandemi COVID-19, namun targetnya masyarakat Indonesia harus benar-benar sehat dan kuat.

“Banyak pasien yang dulunya tidak mengetahui jika memiliki penyakit penyerta atau komorbid, setelah diperiksa COVID-19, baru mengetahuinya. Jadi mereka ini harus lebih baik lagi perawatannya. Misalnya mereka yang obesitas, mengkonsumsi gula tinggi, diubah pola hidupnya menjadi plant-based diet. Sehingga berat badannya turun dan daya tahan tubuhnya jauh lebih baik. Juga yang punya riwayat kardiovaskular misalnya, harus lebih baik perawatannya selama dan setelah wabah ini,” papar Dokter Spesialis Paru, RS Siloam Tangerang.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini ada program yang disebut reserve then reverse, yang berarti bahwa tenaga kesehatan mempertahankan daya dukung dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit, kemudian mensosialisasikan pola hidup sehat.

“Selain itu, layanan kesehatan yang lebih paripurna dan memanusiakan manusia juga menjadi kunci dari sehatnya masyarakat Indonesia kedepannya,” pungkasnya.(rls/jid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here