Home BISNIS Kanwil DJP Banten Gelar Webinar Insentif Pajak

Kanwil DJP Banten Gelar Webinar Insentif Pajak

0
SHARE
Caption: Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Banten, Jatnika saat webinar PEN, (27/11/2020).

TANGERANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten menyelenggarakan kegiatan Web Seminar (Webinar) tentang pentingnya pemahaman insentif pajak dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) bersama Universitas Pelita Harapan (UPH).

Webinar ini diikuti 384 peserta terdiri dari mahasiswa, konsultan pajak, praktisi akuntansi dan pegawai Kanwil DJP Banten. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPH Dra.Gracia Shinta,MBA,Phd. (27/12).

Kepala Kanwil DJP Banten Jatnika menyampaikan materi tentang pentingnya pemahaman insentif pajak sebagai upaya pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional, sedangkan materi tentang adaptasi lingkungan kerja dan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk bertahan dimasa pandemi disampaikan oleh konsultan pajak Prasetyono Hendriyanto.

Jatnika menjelaskan demi percepatan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah perlu melakukan perluasan pemberian insentif pajak ke berbagai sektor usaha. “Dengan diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru, ekonomi masyarakat diharapkan mulai bergerak naik”. Hal ini yang mendasari perlunya perpanjangan jangka waktu pemberian insentif pajak sehingga dampaknya lebih terasa bagi wajib pajak.

Untuk informasi macam insentif bagi wajib pajak terdampak covid-19 dapat diperoleh di akun media internal DJP atau dapat mendatangi kantor pelayanan pajak terdekat. “Caranya kita sederhanakan, jenis insentif kita tambahkan sesuai dengan PMK-86/PMK.03/2020”, ujarnya.

DJP berusaha maksimal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperhatikan perkembangan perekonomian saat ini, sehingga pemberian insentif perpajakan diharapkan dapat mengurangi beban wajib pajak. “Pemerintah memperbaharui dan memperpanjang kebijakan pemberian insentif perpajakan hingga Desember 2020”, jelas Jatnika.

Pajak menopang 82 persen penerimaan negara, maka ini menjadi perhatian kita semua untuk dapat mensukseskan program ini. “Dengan tetap mengutamakan urusan kesehatan dan melaksanakan protokol 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, kami optimis ekonomi Indonesia akan segera pulih”, terangnya.

Mengutip kalimat dari Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia “jangan pernah menyerah dan putus asa untuk selalu mencintai negeri kita ini”, pungkasnya. (rls/fan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here