Home TANGERANG HUB Klaster Keluarga Dominasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang

Klaster Keluarga Dominasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang

0
SHARE
KEDATANGAN: Petugas Hotel Singgah Yasmin membantu pasien OTG yang baru tiba untuk diarahkan ke ruang isolasi sesuai prosedur standar, kemarin.

KABUPATEN TANGERANG – Rendahnya kedisplinan warga terhadap penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) berdampak pada peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang. Selain itu, lama waktu wabah penyebaran virus Corona -19 membuat warga jenuh. Akibatnya, berdampak pada peningkatan klaster keluarga terkonfirmasi virus Corona-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengatakan, adanya kejenuhan warga dalam menerapkan prokes. Seperti, tidak memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Menurutnya, diperlukan usaha ekstra untuk kembali meningkatkan kedisiplinan warga.

“Kasus meningkat karena kebanyakan warga tidak disiplin menerapkan 3 M atau prokes. Mayarakat sudah bosan dengan kondisi yang ada jadi lebih sikpanya cuek,” katanya kepada Tangerang Ekspres melalui pesan singkat, Minggu (29/11).

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3.841 orang. Adapun, jumlah yang dirawat sebanyak 108 orang, yang menjalani isolasi dan berstatus tanpa gejala sebanyak 182 orang dan dinyatakan sembuh secara keseluruhan mencapai 3.473 orang. Di mana jumlah kasus suspek tercatat hingga Minggu (29/11) mencapai 32 orang.

Dari data dinkes, terlihat, sebaran kasus terkonfirmasi positif secara keseluruhan hingga Minggu (29/11) di 23 kecamatan. Tertinggi di Kecamatan Kelapa Dua dengan 81 kasus, kemudian di Curug tercatat 53 orang, di Kecamatan Balaraja ada 27 orang, di Legok ada 22 orang, di Cikupa tercatat 17 orang dan Kecamatan Pasarkemis sebanyak 16 orang.

Dari data grafik harian, jumlah kasus terkonfirmasi positif sejak Senin (23/11) hingga Minggu (29/11) tercatat sebanyak 104 orang. Tertinggi pada Senin (23/11) dengan jumlah kasus harian mencapai 29 orang. Padahal sebelumnya pada Minggu (22/11) hanya terkonfirmasi 7 orang.

“Tetap harus diberikan pemahaman dan semangat kepada warga dan jangan kendor mengedukasi pentingnya penerapan 3M. Jumlah klaster keluarga hingga kini mencapai 297 kasus. Kita telah melalukan pengetesan dengan swab tenggorokan sebanyak 56.011 kali dan rapid tes sebanyak 59.043 kali,” pungkasnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here