Home TANGERANG HUB Pemkot Siaga Banjir, Pakai Skema Prokes

Pemkot Siaga Banjir, Pakai Skema Prokes

0
SHARE
Pemkot Siaga Banjir, Pakai Skema Prokes
APEL SIAGA: Walikota Tangerang Arief R Wismansyah melakukan pengecekan langsung kesiapan pasukan mengantisipasi banjir di wilayah Kota Tangerang, Kamis (3/12). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan antisipasi siaga banjir di beberapa titik.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, tahun ini Pemkot Tangerang sudah menyiapkan antisipasi banjir dengan menyiagakan pasukan yang bekerjasama dengan TNI, Polri dan juga PMI Kota Tangerang. Hal itu untuk mengantisipasi agar masyarakat bisa tertolong khususnya di lokasi yang menjadi langganan banjir.

“Kita sudah siapkan antisipasinya, apalagi ini masih di tengah pandemi virus corona. Jadi ada skema yang disiapkan jika lokasi banjir kembali banjir pada saat musim hujan di bulan ini,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres usai apel siaga banjir di Puspemkot, Kamis (3/12).

Arief menambahkan, tidak hanya pemerintah saja yang bergerak mengantisipasi banjir. Masyarakat juga diminta untuk bersama dan membantu Pemkot Tangerang dalam mencegah adanya banjir dan juga genangan air pada saat musim hujan.

“Masyarakat diminta untuk bisa menjaga lingkungan, membuat sumur resapan, dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal itu dilakukan, agar pada musim hujan air tidak kembali membanjiri lokasi banjir seperti tahun lalu,”paparnya.

Ia menjelaskan, untuk lokasi banjir seperti Pondok Bahar, Periuk Jaya dan beberapa lokasi banjir yang tahun lalu terjadi saat ini sudah ada perbaikan sebagai antisipasinya. Salah satunya ada tanggul di kali Angke agar air tidak meluap saat banjir kiriman.

“Kota Tangerang ini, selalu menjadi lokasi banjir kiriman dari Kali Angke dan juga Cisadane. Maka itu kita sudah lakukan perapihan di lokasi-lokasi tersebut. Dulu banjir di Kota Tangerang ada 32, saat ini berkurang tinggal genangan saja yang harus di waspadai,”ungkapnya.

Arief menuturkan, penanganan banjir ini juga para petugas diminta untuk bisa tetap menerapkan protokol kesehatan, hal itu karena Kota Tangerang kembali ke zona merah. Artinya pada saat melakukan pengungsian warga, lokasi pengungsian harus bisa steril agar tidak ada kluster baru.

“Saya sudah ingatkan, agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Khawatir pada saat warga berada di tempat pengungsian penyebaran virus corona terjadi dan menjadi kluster baru. Maka itu, tempat pengungsian nantinya akan di tambah agar tidak ada penumpukan,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here