Home ADVERTORIAL Perkim Ambil Alih 18 PSU Perumahan, PSU 7 Perumahan Tengah Diproses

Perkim Ambil Alih 18 PSU Perumahan, PSU 7 Perumahan Tengah Diproses

0
SHARE
Perkim Ambil Alih 18 PSU Perumahan, PSU 7 Perumahan Tengah Diproses
Kabid Perumahan Disperkimta Yulia Rahmawati (dua kiri) bersama staf melakukan pengecekan lahan PSU.
Perkim Ambil Alih 18 PSU Perumahan, PSU 7 Perumahan Tengah Diproses
Ade Suprizal, Kepala Disperkimta Kota Tangsel

CIPUTAT-Keberadaan lahan di Kota Tangsel cukup dibutuhkan. Untuk memenuhi kebutuhan lahan guna pembangunan Kota Tangsel, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Disperkimta) pun terus memburu Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU) dari pengembang yang belum diserahkan. Hasilnya, sudah 18 PSU perumahan yang diambil alih oleh Pemkot Tangsel.

Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Ade Suprizal mengatakan, pada 2019 lalu pihaknya melakukan verifikasi PSU pada 18 perumahan. “18 perumahan itu telah selesai dilaksanakan proses verifikasi pada tahun 2019 dan penandatanganan berita acara pengambilalihan sepihak pada Tahun 2020.┬áPertengahan 2020 sudah penyerahan dokumen ke BPKAD dan saat ini sedang dalam proses pencatatan aset,” katanya.

Ia juga mengatakan, selain 18 PSU perumahan yang sudah diambil alih, juga tengah dilakukan proses serah terima untuk PSU di 7 Perumahan. “Yaitu 5 perumahan yang sudah dilakukan verifikasi pada tahun 2019 dan 2 perumahan sedang dilakukan verifikasi di tahun 2020. Target penyelesaian Berita Acara pengambilalihan sepihak di Desember 2020 ini,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, ada jumlah perumahan yang ada di Kota Tangsel saat ini tercatat sebanyak 297 perumahan atau cluster. Dari jumlah itu, dimiliki oleh sebanyak 200 pengembang perumahan.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan pada Disperkimta Yulia Rahmawati ada 11 perumahan yang sudah dilakukan verifikasi PSU dan sudah serah terima. Di antaranya adalah, Perumahan Residence One, Perumahan Champaca, Masjid Raya Bintaro, Sarana Makam Jaya Real Proeperty (JRP), Prima Inti, Yela, Perumnas KAI, Perumahan Regency Melati Mas, Perumahan Cendana, Perumahan Griya Jakarta dan Perumahan River Valley.

“Terus ada juga PSU Perumahan Serpong Park, Perumahan Villa Dago, Perumahan Serpong Green Park 2, Perumahan Akasia Valley dan Perumahan Bintaro Prime Residence,” katanya.

Kemudian, ia juga mengatakan, selain pengembang juga dilakukan rekapitulasi terhadap pengembang perumahan dan apartemen yang sedang dilakukan dan dalam proses serah terima sarana makam

“Untuk sarana makam yang tengah diproses yaitu PT. Sinarmas Land, Tbk (untuk kawasan perumahan), seraya mengatakan ada juga PT. Yela Akshaya Urbanindo (untuk kawasan perumahan) PT. Easton Urban Kapital (untuk kawasan perumahan) dan PT. Bina Kencana Lestari (untuk kawasan perumahan) serta, PT. Hawra Karya (untuk kawasan perumahan) dan PT. Mitra Sejati Makmur (untuk apartemen).

Disebutkan Yulia, dalam penanganan PSU ini, pihaknya mendapatkan kendala dan permasalahan yang dihadapi di antaranya, banyaknya perumahan-perumahan dan cluster-cluster yang sudah ditinggalkan pengembangnya, sehingga data-data yang diperlukan untuk serah terima PSU perumahan melalui pengambilalihan sepihak sulit didapatkan.

“Perlu waktu yang panjang untuk pengecekan data, penggambaran ulang rencana tapak dan penelusuran dokumen yang dibutuhkan. Kondisi eksisting di lapangan yang sudah tidak sesuai dengan rencana tapak yang disahkan (perubahan fungsi atau diokupasi warga). Sehingga harus disesuaikan kembali rencana tapak terhadap PSU yang akan diserahkan, bahkan di beberapa lokasi perlu pembongkaran-pembongkaran terhadap PSU yang diokupasi warga untuk kepentingan pribadi tanpa izin dari pengembang,” papar Yulia.(adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here