Home ADVERTORIAL Tingkatkan Kemampuan, Pelaku Usaha Kopi Dilatih

Tingkatkan Kemampuan, Pelaku Usaha Kopi Dilatih

0
SHARE
Tingkatkan Kemampuan Pelaku Usaha Kopi Dilatih

SERPONG-Kopi menjadi salah satu minuman wajib yang tengah diganderungi banyak orang. Tidak heran jika kini banyak pelaku usaha kopi menawarkan berbagai macam produknya.

Untuk mengenalkan produk kopi lebih luas kepada konsumen, Dinas Pariwisata Kota Tangsel mengadakan bimbingan teknis (bimtek) Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) sektor ekonomi kreatif ada sub sektor kuliner (usaha Coffee shop dan barista) di Hotel Grand Zuri BSD, 12 dan 13 Desember.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kota Tangsel Maya Elsera mengatakan, peserta bimtek berasal dari pemilik Coffee shop dan barista, serta karang taruna.

“Bimtek ini kita lakukan untuk memberikan wawasan tambahan dalam mengembangkan, mendorong, serta mengajak pelaku ekonomi kreatif terutama pelaku usaha kopi agar tetap produktif di masa pandemi Covid-19,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (13/12).

Maya menambahkan, dalam bimtek peserta juga diajarkan cara membongkar dan memasang alat mesin kopi dan dikenalkan jenis-jenis kopi, cara membuat kopi latte dan lainnya. Kopi dipilih karena sektor kopi di Kota Tangsel jumlahnya banyak, yakni Coffee shop banyak jumlahnya dan mereka juga terdampak covid-19.

“Coffee shop kan bukan orang penerima hibah posisinya, sehingga kita wajib merangkul mereka. Biasanya tiap tahun kita mengadakan festival kopi tapi, karena pandemi kita stop dulu,” tambahnya.

Saat bimtek peserta juga bisa tambah wawasan, tukar pikiran dan wawasan, serta menambah jaringan. Peserta juga berharap kedepan Dinas Pariwisata juga membuat sertifikasi barista, sehingga mereka punya lisensi. “Dalam pelatihan ini kita terjasama dengan salah satu Coffee shop yang juga termasuk penyuplai kopi ke coffee shop dan mereka punya pelatihan juga,” jelasnya.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Mutasi pada BKPP Kota Tangsel ini mengungkapkan, bila ingin membuka Coffee shop tentu ada persaingan tapi, alangkah baiknya saling melengkapi karena mereka punya pasar sendiri-sendiri.

“Kedepan kita ingin memperkenalkan atau membuka lapangan usaha lagi kepada mereka, bahwa membuka usaha kopi tidak serumit dan gampang juga, pasti ada hal-hal yang perlu mereka tau juga,” tuturnya.

Maya mengungkapkan, saat ini ada juga masyarakat dengan keterbatasan biaya dan tempat atau tinggal di kontrakan ada yang buka usaha coffee shop. “Buka coffee shop bisa dengan alat sederhana tapi, bagaimana penyajiannya pasti beda. Yang penting ada kemauan, berusaha dan jangan takut,” tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here