Home ADVERTORIAL Pemkot Tangsel Salurkan Dana Hibah Kemenparekraf, Dongkrak Perekonomian Pariwisata

Pemkot Tangsel Salurkan Dana Hibah Kemenparekraf, Dongkrak Perekonomian Pariwisata

0
SHARE
Pemkot Tangsel Salurkan Dana Hibah Kemenparekraf, Dongkrak Perekonomian Pariwisata
Walikota Airin Rachmi Diany didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel Heru Agus Santoso saat menyosialisasikan dana hibah bagi usaha kepariwisataan.

SERPONG UTARA-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) senilai Rp 109 Miliar, dari 109 Miliar untuk pelaku usaha di bidang restoran dan hotel sebesar Rp 18,6 miliar.

Dana hibah ini akan diberikan kepada 112 pelaku usaha restoran dan hotel yang lolos verifikasi dari total 1.321 usaha. Akan tetapi hanya 95 yang mendapatkan pencairan dari total 112, sisanya 17 tak melengkapi dokumen untuk pencairan dana hibah.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengungkapkan, bantuan hibah ini agar
pelaku usaha bisa tetap survive, terutama dalam proses perbaikan ekonomi di Kota Tangsel.

Airin menjelaskan bahwa saat ini, Pemerintah Kota sedang terus melakukan berbagai upaya mengenai pengentasan Covid-19. Sehingga dibutuhkan banyak bantuan. Terutama pembangunan daerah yang tetap harus dilakukan.

Airin, di hadapan semua pelaku usaha di bidang pariwisata menjelaskan bahwa saat ini yang sedang dilakukan dalam proses pembangunan daerah adalah peningkatan dan perbaikan ekonomi paska Covid-19. ”Kami melakukan banyak hal, salah satunya adalah meningkatkan pelayanan kesehatan,” ujar Airin.

Airin menambahkan bersamaan dengan peningkatan pelayanan pemerintah juga memastikan bahwa perbaikan ekonomi di Kota Tangsel terus diberlakukan. Sebab peningkatan pelayanan kesehatan tidak akan terjadi jika tidak ada perbaikan ekonomi.

”Karena itu kami memberikan kebijakan berupa hibah terhadap pelaku usaha di bidang pariwisata, dengan begitu bisa membantu para pelaku usaha tetap survive dan menggerakkan roda perekonomian tangsel khususnya para pelaku usaha,” ujar dia yang menambahkan bahwa Tangsel sangat bergantung dengan pemasukan daerah di bidang ini.

Adapun hibah yang diberikan, Airin harap bisa dimanfaatkan dengan baik. Dan bisa menjadi modal awal untuk mengembalikan situasi tempat usaha seperti sedia kala. Adapun pelaku usaha yang mendapatkan fasilitas ini harus memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Sementara nominal yang diberikan berbeda, bergantung dengan kontribusi mereka terhadap pajak di tahun 2019 Plt. Kepala Dinas Pariwisata Heru Agus Santoso mengatakan hibah pariwisata merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Untuk menstimulus para pelaku usaha bidang wisata yang terdampak covid-19. Adanya hibah tersebut, bertujuan membantu usaha wisata supaya tetap bertahan ditengah pelemahan perekonomian.

“Jumlah pelaku usaha yang menerima bantuan ada 112, sesuai dengan kriteria petunjuk teknis (juknis) Kemenparekraf. Tapi, hanya 95 yang terverifikasi, sedangkan 17 lainnya tidak melengkapi persyaratan pencairan,” ungkapnya. Senin (21/12).

Heru menjelaskan pelaku usaha yang tidak lolos, lanjutnya, disebabkan pertama pembayaran pajaknya yang tidak kontinuitas alias tak taat pajak. Artinya, membayar pajak hanya sekali atau dua kali saja di tahun 2019.

Kedua, soal perijinan yang tidak sesuai usahanya. Misalkan, ijin restoran dan tempat usaha restoran, harus linear. Bukan, ijin tempat membuat pengolahan bahan makanan tapi tempat usahanya restoran.”Jadinya, hanya 95 yang lolos terdiri restoran dan hotel. Mereka merupakan pelaku usaha yang terverifikasi dan memenuhi syarat untuk mendapatkan pencairan dana hibah,” jelasnya. Ketiga karena mereka tidak bersedia mengajukan bantuan dana hibah karena alasan lain, seperti omsetnya tidak terpengaruh oleh pandemi.

“Proses pencairan dibagi dua tahap. pertama, sebanyak 58 outlet dan 37 tahap berikutnya, target pencairan dana hibah rampung pekan ini,” imbuhnya.

Heru yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata menambahkan dana hibah Kemenparekraf sesuai juknis ditujukan untuk mememenuhi kebutuhan restoran dan hotel yakni belanja operasional, belanja modal, belanja perawatan, bayar gaji karyawan dan sebagainya. “Dari 95 pelaku usaha, rata-rata dana hibah dipakai untuk membayar pegawai dan operasional,” katanya.

Selain program dana hibah, sambungnya, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan
bimbingan teknis (bimtek) program Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE). “Kita buat pameran Exploring Tangsel Tourism, sasarannya, pelaku penyelenggara acara, pengelola destinasi, hotel, dan restoran,” tutupnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here