Home TANGERANG HUB Penerima PKH Berkurang 47 Ribu

Penerima PKH Berkurang 47 Ribu

0
SHARE
Penerima PKH Berkurang 47 Ribu
BST: Warga Kecamatan Sukamulya menunjukan dokumen dan uang bantuan sosial tunai (BST) Covid-19 dari pemerintah, beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA –Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang terus melakukan pengecekan pada data nomor induk kependudukan (NIK) keluarga penerima manfaat (KMP). Dari data penerima tahun 2020 lalu, ada sekitar 172.370 orang penerima bantuan terdaftar di program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan pangan non-tunai (BPNT). Namun per Januari ada 124.841 orang Pengurangan karena invalid NIK.

Kepala Dinsos Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan, ada puluhan ribu NIK KPM yang dinyatakan invalid oleh sistem. Jumlahnya mencapai 47.529 orang. Ia menuturkan, validasi nomor kependudukan sesuai dengan arahan kementerian sosial (Kemensos).

“Pengurangan jumlah PKH dan BNPT tersebut setelah diproses datanya oleh kantor pelayanan perbendaharan negara (KPPN). Sampai Desember kemarin jumlah KPM itu ada 172.370 orang. Sekarang per Januari ada 124.841 orang. Pengurangan karena invalid NIK,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (7/1).

Ujat menerangkan, penerima PKH dan BPNT yang sudah tervalidasi akan dilakukan isi ulang dana oleh pemerintah ke rekening KPM di Bank BRI. Setiap bulannya diharuskan pemerintah daerah melakukan rekonsiliasi untuk mengatasi permasalahan penyaluran bantuan sembako.

“Penyaluran ini untuk periode Januari. KPM ini nanti diminta untuk menarik semua saldo yang ada di rekeningnya. Atau tidak boleh ada sisa uang di rekening. Kita akan koordinasi dengan bank untuk waktu penyalurannya,” jelasnya.

Kata Ujat, validasi NIK tidak hanya penerima PKH dan BPNT tetapi jug panerima BST yang melalui kantor POS. Ia menuturkan, ada beberapa penerima BST yang nomor kependudukan tidak sinkron dengan data di Disdukcapil.

“Terakhirnya kemarin di 7 Januari data penerima BST yang sudah diperbaiki nomornya. Sudah kita kirimkan data terbarunya. Karena apabila tidak dikirimkan dibatas waktu maka bisa dihapus sebagai penerima BST,” jelasnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here