Home TANGERANG HUB Jasa Raharja Data Ahli Waris Korban Sriwijaya di Banten, Santunan Untuk Korban...

Jasa Raharja Data Ahli Waris Korban Sriwijaya di Banten, Santunan Untuk Korban Rp 50 Juta/Orang

0
SHARE
Jasa Raharja Data Ahli Waris Korban Sriwijaya di Banten, Santunan Untuk Korban Rp 50 Juta/Orang
FDR Black Box pesawat Sriwijaya Air SJ182 diperlihatkan kepada wartawan di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/20). Panglima TNI, Menhub, KASAL, Basarnas, beserta KNKT langsung melihat penemuan FDR Black Box. FOTO : Fedrik Tarigan/ Jawa Pos

SERANG-PT Jasa Raharja Cabang Banten mulai melakukan pendataan ahli waris penumpang dalam manifest Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). Jika telah terkonfirmasi sebagai korban maka ahli waris akan diberikan santunan mencapai Rp50 juta per jiwa korban.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Banten Dodi Apriansyah mengatakan, untuk saat ini pihaknya sedang menjalankan tahapan pendataan ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182. Pendataan dilakukan agar santunan jika memang harus diberikan tidak salah sasaran. Selain itu, ada beberapa ahli waris yang justru berdomisili di luar Banten. “Kita belum bertindak memberikan santunan. Baru dalam tahap pendataan penumpang dan keluarga. Kami masih menjaga karena harapan dari keluarga. Keluarga berharap ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, via sambungan seluler, Senin (11).

Ia menuturkan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017, nilai santunan untuk korban meninggal dunia adalah Rp50 juta. Nilai itu berlaku bagi per jiwa korban dan dibayarkan kepada ahli waris. “(Nilai yang dibayar) satu orang korban, kita hitunganmya per orang, bukan per keluarga. Pembayaran dibagi per wilayah, kalau umpamanya ahli warisnya di Banten tentunya petugas kita yang menyerahkan santunannya,” katanya.

Untuk waktu pembayaran, kata dia, hal itu baru akan diproses setelah ada keputusan dari tim penanggulangan dari Basarnas, Polri dan TNI jika benar dipastikan Sriwijaya Air SJ 182 mengalami kecelakaan. Pihak berwenang juga merilis kordinat lokasi kecelakaan tersebut. “Dalam musibah ini terjadi umpamanya ada 62 penumpang (jadi korban) atas nama si A dan B. Setelah itu baru kita mengambil action untuk pembayaran,” ungkapnya.

Disinggung soal progres pendataan ahli waris, Dodi mengaku hingga kini belum rampung. Sebab, dari informasi yang diperolehnya kebanyakan korban belum terindentifikasi. Saat ini pendataan yang sudah dilakukan adalah dengan menguhubungi pihak keluarga penumpang dalam manifest dan akan dilanjutka dengan pendataan ahli waris. “Intinya bahwa apabila sudah ada statement dari pemerintah bahwa betul dengan jumlah korban sekian, itu terdiri dari data manifest yang ada, kita akan mengambil langkah pendataan ahli waris lalu nanti kita memberikan santunannya,” tuturnya.

Dodi juga menyampaikan belasungawanya terhadap keluarga pesawat pesawat Sriwijaya SJ 182. “Semoga nanti seluruh penumpangnya dalam keadaan yang terbaik dan tim evakuasi atau pencarian pesawat dan korban diberi kelancaran, kesehatan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pihaknya saat ini masih terus menghimpun perkembangan informasi terkait Sriwijaya Air SJ 182 yang dikabarkan jatuh. Ia juga membenarkan saat ini PT Jasa Raharja sedang melakukan pendataan keluarga penumpang pesawat tersebut. “Jasa Raharaja lagi cross check lapangan untuk santunannya,” tuturnya. (brp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here