Home TANGERANG HUB Tahap Pertama Siapkan 8.900 Vaksin

Tahap Pertama Siapkan 8.900 Vaksin

0
SHARE
Tahap Pertama Siapkan 8.900 Vaksin
Seorang dokter melakukan simulasi penyuntikan vaksin covid-19 di Puskesmas Jurang Mangu, Pondok Aren, Kota Tangsel, Selasa (12/1). Puskesmas Jurang Mangu dijadikan salah satu fasilitas kesehatan (faskes) untuk penyuntikan vaksin covid-19 pada (15/1) mendatang. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dijatah 8.900 vaksin COVID-19 buat Sinovac untuk jilid pertama. Tangsel menjadi prioritas penerima vaksin jilid pertama di Provinsi Banten bersama Kota Serang.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan, di Kota Tangsel vaksin akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu.

“Tanggal 15 Januari besok kurang lebih 1.450 vaksin dulu. Itu ditujukan untuk tenaga kesehatan dulu. Saya belum dapat informasi berapa jumlah total yang kita ajuin. Itu baru tahap pertama aja, 8.900,” kata Benyamin seperti dikutip IDNTimes, kemarin.

Ia menerangkan, pelaksanaan vaksin untuk pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan berlangsung pada Kamis (14/1/2021) pekan ini. Vaksinasi akan digelar di Pendopo Bupati, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang.

“Yang menyelenggarakan Pak Gubernur, simbolisnya di pendopo. Kemudian tanggal 15-nya baru di lapangannya. Tangsel untuk tenaga kesehatan dulu,” kata dia.

Bagi tenaga kesehatan atau masyarakat yang menolak divaksin, menurut Ben, Pemkot Tangsel sejauh ini belum menyiapkan sanksi.

“Kita gak sampai kepada sanksi, tapi mereka menyadari semua kok, jadi gak ada yang menolak. Kalau menolak, kita tindak persuasif dulu, kita kasih pengertian. Sampai hari ini, dari 1.450 nakes yang akan kita berikan, sementara ini ga ada yang menolak,” kata dia.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut, pembagian vaksin COVID-19 buatan Sinovac jilid pertama akan diutamakan pada dua kota, yakni Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan.

Selain dua daerah itu, vaksinasi juga diutamakan kepada pejabat daerah di Provinsi Banten.

Dalam rapat koordinasi di Pendopo Bupati, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Senin (11/1/2020) Wahidin menyebut alasan dua kota itu lantaran Serang menjadi ibu kota provinsi sedangkan Tangsel menjadi kota dengan tingkat kematian akibat COVID-19 tertinggi di Banten.

“Kenapa hanya dua kota yang dapat karena masih kurang, karena vaksinnya yang terbatas. Kenapa Tangsel? Paling tinggi tingkat kematiannya,” kata Wahidin. (idn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here