Home BANTEN Vaksin Tiba di Kota Serang dan Tangsel

Vaksin Tiba di Kota Serang dan Tangsel

0
SHARE
Vaksin Tiba di Kota Serang dan Tangsel
DISTRIBUSI: Dinkes Kota Serang menerima vaksin Sinovac dari Pemprov Banten, Selasa (12/1). Kota Tangsel dan Kota Serang yang akan memulai vaksinasi di Banten, terhadap nakes. FOTO: Syirojul Umam/Banten Ekspres

TANGERANG-Vaksin Covid-19 untuk Kota Tangsel sudah tiba. Sebanyak 8.091 dosis kini disimpan di gedung Labkesda dan PMI. Vaksin sebanyak itu akan disuntikkan kepada 1.0461 orang tenaga medis yang bekerja di klinik, puskesmas dan rumah sakit. Rencananya vaksinasi akan dimulai besok, 14 Januari. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan Kota Tangsel sudah siap melaksanakan vaksinasi.

Ia mengatakan, Kota Tangsel memiliki 29 puskesmas, 1 RSUD, 23 RS swasta dan 14 klinik. “Vaksin ini baru tahap yang pertama,” ujarnya. “Teman-teman wartawan bantu kami untuk bisa menyosialisasikan bahwa fokus utama untuk vaksin sekarang ini di Kota Tangsel,” tambanya.

Masih menurutnya, tahap pertama Dinas Kesehatan Banten memberi kuota 8.091 dosis dan telah selesai diambil dan disimpan di Labkesda dan PMI. “Vaksin disimpan dan suhunya dijaga dari 2 sampai 8 derajat celcius,” terangnya, saat mendampingi Menteri Kominfo Johnny G. Plate di Pondok Aren, kemarin.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan ada sanksii bagi warga yang tidak mau divaksin. “Ini berdasarkan arahan Presiden vaksin ini wajib dan kita mengacu pada UU Wabah Nomor 4 Tahun 1984,” ujarnya.

Ati menambahkan, pendistribusian termin satu dari Provinsi Banten untuk di Kota Tangsel 8.901 dan Kota Serang 3.800. “Pada 15 Januari semua nakes yang ada di klinik, puskesmas, RS menjadi prioritas vaksin,” tuturnya.

Pemkot Serang juga telah menerima 3.380 dosis vaksin Sinovac dari Pemprov Banten. Vaksin tahap pertama tersebut akan didistribusikan kepada 33 fasilitas kesehatan (faskes), mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga klinik yang ada di Kota Serang. Pantauan Banten Ekspres vaksin tiba ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang pukul 15.44 WIB, Selasa (12/1) yang dikawal polisi. Vaksin Sinovac langsung disimpan di ruangan pendingin.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengatakan, tahap pertama telah mengagendakan distribusi di Kota Serang sebanyak 3.380 dosis vaksin Sinovac. Kota Serang merupakan daerah prioritas bersama Kota Tangsel yang mendapat vaksin pertama. “Vaksin Covid-19 untuk Kota Serang telah kami terima,” katanya kepada wartawan. Ia menjelaskan, tahap pertama tersebut akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes) dengan jumlah yang diajukan sebanyak 3.277 nakes, dan didistribusikan ke 33 faskes yang ada di Kota Serang.

Namun pihaknya masih menyisir jumlah nakes yang sudah mendapatkan SMS dari Peduli Lindung sebagai syarat dilakukannya vaksinasi. “Nanti faskes ini yang melakukan kegiatan imunisasi (vaksinasi-red). Tapi kami juga masih terus melakukan pendataan,” ujarnya.

Kemudian untuk tahap kedua akan didiberikan pada Februari mendatang, dan juga seterusnya mengikuti instruksi dari Pemprov Banten. “Jadi sekitar 15 hari setelah pemberian vaksin pertama, tapi kami juga masih menunggu instruksi dari provinsi untuk tahap-tahap berikutnya. Memang kan ada tahapan vaksinasi ini,” paparnya.

Sementara untuk pelaksanaannya, dilakukan setelah Launching Vaksinasi tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada 14 Januari di Pendopo Bupati Tangerang. “Setelah itu tingkat kota akan segera melakukan vaksinasi,” terangnya. Lebih lanjut, pihaknya juga akan menempatkan sebanyak tiga vaksinator di masing-masing faskes, atau dengan total keseluruhan sebayak 99 vaksinator. “Mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar. Jadi nanti nakes dulu kita habiskan untuk divaksin,” jelasnya.

Sekretaris Dinkes Kota Serang Himat Sumantri mengatakan telah menyiapkan tim khusus yang bertugas menangani Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yang beranggotakan dari dokter spesialis, mulai dari spesialis paru-paru, jantung dan lain sebagainya. “Jadi terkadang ada efek ikutan pasca imunisasi, seperti panas dan lainnya. Maka tim ini nanti yang akan menyelesaikan atau mengupas permasalahan,” katanya.

Meski demikian, sebelum divaksin, dinkes akan melakukan skrinning terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatan penerima sebelum disuntikkan vaksin. “Iya, karena kan yang dikhawatirkan pasca pemberian vaksin itu ada yang tiba-tiba kejang, demam, flu atau hal lainnya. Sebab kalau ada penyakit penyerta itu dikecualikan, jadi harus benar-benar dipantau. Jangan sampai nanti malah menyalahkan efek dari penyuntikkan vaksin,” paparnya. (bud/mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here