Home TANGERANG HUB Muatan Angkutan Umum Dibatasi

Muatan Angkutan Umum Dibatasi

0
SHARE
Muatan Angkutan Umum Dibatasi
IMBAU: Petugas Dinas Perhubungan menegur sopir angkutan untuk membatasi penumpang selama PPKM, Rabu (13/1). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang kembali mengatur kapasitas kendaraan yang mengangkut orang. Ini menyusul diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tangerang.

Kepala Dishub Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, selama PPKM masyarakat harus patuh dan taat khususnya dalam berkendara. Artinya, masyarakat tidak boleh membawa penumpang lebih dari kapasitas yang ada.

“Untuk kendaraan pribadi sudah dijelaskan pada saat pemberlakuan PSBB. Masyarakat tidak boleh membawa penumpang lebih. Harus kurang dari 50 persen, jika lebih akan kami berikan sanksi,”ujarnya, Rabu (13/1).

Wahyudi menambahkan, angkutan umum juga wajib mengurangi 50 persen dari jumlah kapasitas yang ada. Hal tersebut, untuk menekan angka penyebaran virus corona di Kota Tangerang dan juga menjalankan aturan yang tertuang dalam aturan PPKM.

“Untuk angkutan umum, akan kami juga pantau terus. Sopirnya harus menerapkan protokol kesehatan, jika tidak akan kami berhentikan dan juga memberikan teguran serta sanksi yang ada dalam aturan PPKM,”paparnya.

Ia menjelaskan, jam operasional angkutan umum seperti angkot dan bus juga dibatasi. Mereka harus berhenti beroperasi pada pukul 20.00 WIB. Tidak boleh lagi ada angkutan umum yang beroperasi lebih dari jam yang ditentukan.

“Semua angkot dan bus, tidak ada lagi aktivitas setelah pukul 20.00 WIB. Aturan ini berlaku bagi seluruh terminal serta seluruh pemilik angkutan umum di Kota Tangerang,”ungkapnya.

Wahyudi menuturkan, Dishub Kota Tangerang tidak akan membangun posko seperti saat PSBB. Petugas yang ada di lapangan akan melakukan pengecekan secara mobile.

“Kalau dulu yang mau masuk ke Kota Tangerang kita cek, tetapi saat ini tidak ada pengecekan di posko. Karena tidak ada cek poin, kalau mau masuk Kota Tangerang wajib menerapkan protokol kesehatan,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here