Home TANGERANG HUB Kejari Selidiki Hibah KONI Tangsel Rp 7,8 M

Kejari Selidiki Hibah KONI Tangsel Rp 7,8 M

260
0
SHARE

SERPONG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel menyelidiki dugaan korupsi danah hibah. Penyidik mencium ada dugaan penyelewengan penggunaan dana hibah Rp 7,8 miliar 2019 di Komite Olahraga Nasional (KONI) Kota Tangsel. Sebanyak 15 pengurus cabang (pengcab) olahraga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun, baru 5 orang yang mau datang memenuhi panggilan. Ketua KONI Rita Juwita juga sudah diperiksa.

Hari ini, lima pengurus cabor dijadwalkan dimintai keterangan penyidik di kantor Kejari Tangsel. Yakni, pengurus cabor Bridge (GABSI), Cricket (PCI), bulutangkis (PBSI), boling (PBI) dan catur (Percasi).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Tangsel Ryan Anugrah belum bersedia membeberkan, dugaan korupsi dana ini dalam kegiatan apa. Ia mengatakan masih memeriksa saksi-saksi untuk memperkuat bukti-bukti.

Sampai hari ini (kemarin) sudah ada 15 orang yang dipanggil dan dimintai keterangan. “Hari ini (kemarin) ada lima orang yang kita panggil dan periksa,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (20/1).

Ryan menambahkan, 15 orang yang dipanggil mulai dari Ketua KONI, pengurus dan beberapa pengurus cabang olahraga (cabor). Mereka diperiksa terkait penggunaan dana hibah KONI tahun 2019. “Total ada 43 sampai 45 pengurus cabor yang akan kita panggil,” tambahnya.

Menurutnya, tiap hari ada pemanggilan dan pemeriksaan, sejak akhir tahun lalu. Mereka diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah yang telah diberikan Pemkot Tangsel kepada KONI Kota Tangsel sebesar Rp 7,8 miliar.

“Dipanggil dan diperiksa terkait alur pengajuan hibah, alur pencairan, penggunaan, dan pertanggungjawaban. Itu semua kita teliti, benar gak nih, fiktif gak nih,” jelasnya.

Ryan mengungkapkan, pemeriksaan secara rinci mulai dari pengajuan hingga pertanggungjawaban penggunaan dana diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana. Bila hanya kerugian negara saja, kata Ryan, belum tentu menjadi kasus korupsi. Namun, jika ada tindak pidana pasti ada korupsi.

“Ketua KONI sudah dipanggil dan diperiksa. Bisa saja kita panggil lagi tergantung perkembangan penyelidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Tangsel Ate Quesyini Ilyas mengatakan, kasus yang ditanganinya merupakan dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI tahun 2019 sebesar Rp 7,8 miliar. “Kasus yang kita tangani merupakan laporan dari masyarakat,” katanya.

Ate menambahkan, Ketua KONI Kota Tangsel Rita Juwita yang juga Kepala SMPN 4 Tangsel sudah diperiksa beberapa waktu lalu. Setelah selesai pemeriksaan terhadap pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga, jaksa akan memanggil dan memeriksa pemberi hibah, pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel. “Pembeli hibah juga akan kita periksa,” lanjutnya.

Ate memaparkan pemeriksaan dugaan penyelewengan dana hibah ini terkait pendistribusian dana ke pengurus cabor. “Ada katanya pemberian insentif ke dana operasional kepala cabor dan lainnya,” tambahnya.

Menurutnya, baru lima pengurus cabor datang memenuhi panggilan. Diantaranya Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Tangsel dan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Tangsel. “Nantinya semua pengurus cabor dan pengurus KONI akan kita panggil bergantian,” tuturnya.

Sementara itu, Tangerang Ekspres beberapa kali menghubungi Rita Juwita untuk dikonfirmasi mengenai kasus ini. Baik melalui pesan singkat whatsApp (WA) maupun telepon selulernya, tetap tidak direspons.

Ketua GABSI Kota Tangsel Soemarmo membenarkan pemanggilan tersebut. Dan sebagai warga negara yang baik, Soemarmo siap memberikan keterangan kepada penyidik Kejari Kota Tangsel.

“Ya, betul saya dapat surat panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah tahun 2019. Dipanggil untuk datang tanggal 21 Januari (hari ini). Saya dipanggil jam 09.00 WIB,” beber Soemarmo. Pria paruh baya ini menyatakan sejauh ini penggunaan dana hibah sudah sesuai aturan yang ada.

“Saya siap hadir, karena materi yang diperiksa yang saya dapat informasi terkait kunjungan kerja tahun 2019. Kalau penggunaan dana hibah oleh Pengcab GABSI sudah sesuai aturan,” jelas Soemarmo.

Hal ini juga diamini oleh salah satu pengurus yang dipanggil Kejari bersamaan dengan Soemarmo. Pengurus yang tidak mau dikemukakan identitasnya ini menegaskan kesiapannya diperiksa penyidik. Ia akan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya terkait kegiatan dan penggunaan dana hibah.

Bagi pria berpostur atletis itu sejauh pertanyaan terkait penggunaan dana hibah oleh pengcab, mengklaim bisa memberikan jawaban sesuai kenyataan yang ada.

“Saya siap menghadiri pemanggilan kejari dan siap menjawab pertanyaan terkait penggunaan dana hibah pengcab. Saya dapat informasi materi kasusnya bukan dalam hal kegiatan dan dana hibah buat pengcab,” tukas pria yang juga salah satu pengurus induk olahraga di provinsi Banten itu. (bud/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here