Home TANGERANG HUB RPH Karawaci Stop Potong Sapi

RPH Karawaci Stop Potong Sapi

0
SHARE
RPH Karawaci Stop Potong Sapi
Rumah Potong Hewan (RPH) Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (20/1) malam tidak memotong sapi akibat pedagang daging sapi mogok jualan. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG-Dampak aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang daging sapi, membuat pengelola Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karawaci, Kota Tangerang, tidak memotong sapi, sejak kemarin. Pantauan di lapangan, RPH Karawaci masih tetap buka. Walaupun sepi, tak ada pedagang yang datang membeli.

Penanggung jawab RPH Karawaci Widodo mengatakan, sejak kemarin malam pedagang daging sapi tidak ada yang datang. Biasanya para pedagang datang untuk memesan daging sehari sebelum pemotongan. “Saya juga sudah dapat informasi dari para pedagang bahwa tidak akan berjualan karena tidak terima adanya kenaikan harga daging. Tetapi, kami sebagai penyedia jasa pemotongan tetap buka dan karyawan kami tetap masuk,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di RPH Karawaci, Rabu (20/1).

Widodo menambahkan, selama RPH ini ada sejak 2000 lalu, ini sudah kejadian yang ke-4 kalinya pedagang mogo jualan. Tetapi, untuk kali ini, aksi mogok terlihat kompak. Karena seluruh pedagang daging sapi menolak berjualan, karena harga yang sedang naik. “Kalau saya lihat, aksi mogok ini paling kompak. Biasanya yang sudah-sudah, walaupun ada mogok jualan karena kenaikan harga masih ada pedagang yang jualan,” paparnya. Ia menjelaskan, setiap harinya RPH Karawaci memotong 25 ekor sapi. Bahkan bisa lebih jika hari libur atau pada hari raya, Idul Fitri.

“Aktivitas kami mulai bekerja pada pukul 20.30 WIB, dan biasanya motong 25 ekor sapi setiap harinya. Adanya aksi mogok ini, semalam tidak ada sapi yang dipotong,” ungkapnya. Widodo berharap, permasalahan ini cepat teratasi. Karena jika berlarut maka dampaknya akan lebih besar. Ditambah, dengan kondisi pandemi virus Corona yang masih melanda Indonesia. “Kami kasihan dengan kondisi pedagang daging sapi, dan pedagang makanan seperti tukang baso dan yang lainnya. Jika harga naik maka mereka akan kesulitan mencari bahan daging. Kondisi pandemi ini juga sangat berpengaruh,” harapnya.

Sementara itu, Edi Supri salah satu pedagang daging sapi di Pasar Anyar menuturkan, aksi mogok ini sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga daging sapi. “Kami melakukan aksi ini supaya diperhatikan juga oleh pemerintah. Jika harga tidak stabil maka kami sepakat tidak akan menjual daging sapi,” katanya. Edi mengaku, para pedagang selama 2 bulan terakhir telah mengalami kerugian. Sebab, para pedagangan tidak bisa menaikan harga daging begitu saja. “Kalau daging itu tidak seperti yang lain, kami tidak bisa menaikan harga begitu saja,” akunya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here