Home TANGERANG HUB Bidik Tersangka Baru, Kejari Ungkap Dugaan Korupsi di RS Sitanala

Bidik Tersangka Baru, Kejari Ungkap Dugaan Korupsi di RS Sitanala

0
SHARE
Bidik Tersangka Baru, Kejari Ungkap Dugaan Korupsi di RS Sitanala
Kajari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana (dua dari kiri) bersama Kasi Pidsus Andres Suprianus (kanan) dan Kasi Intelijen R Bayu Probo (kiri) saat mempublikasikan hasil penyelidikan dugaan korupsi di RS Sitanala, kemarin.

TANGERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, menetapkan 2 orang tersangka dalam Kasus proyek fiktif penyedia tenaga cleaning service pada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR Sitanala di Jalan DR. Sitanala, Karang Sari, Neglasari, Kota Tangerang. Dua tersangka tersebut adalah, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) RS Sitanala berinisial NA dan perusahaan penyedia jasa cleaning service, Dirut PT PBA berinisial YY. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan jasa kebersihan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkas) tahun anggaran 2018 itu. Kajari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana mengatakan, proyek tersebut anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 3,8 miliar.

Kedua tersangka belum ditahan dengan alasan penyelidikan masih berlanjut, untuk membidik tersangka baru. Kasus ini terungkap hasil dari penyelidikan yang dilakukan tim intelijen Kejari Kota Tangerang. Kejanggalan mulai terungkap dari kontrak kerja dengan perusahaan penyedia jasa cleaning service. Dalam kontrak kerja tersebut, PT PBA mempekerjakan 120 karyawannya lengkap dengan nama-nama pekerjanya, di RS DR Sitanala sebagai petugas kebersihan.

” Hasil penyelidikan, nama-nama karyawan yang dicantumkan dalam dokumen kontrak, tidak ada yang bekerja di rumah sakita Sitanala,” ungkap Kajari yang didampingi Kasi Pidsus Andres Suprianus dan Kasi Intelijen R Bayu Probo saat konferensi pers, Kamis (21/1).

Siapa yang dipekerjakan? Wira (panggilan I Dewa Gede Wirajana) membeberkan petugas kebersihan yang bekerja di RS Sitanala adalah eks pasien kusta yang namanya tidak ada dalam dokumen kontrak. Indikasi lain adanya penyelewengan, gaji yang diterima para eks pasien kusta ini, juga tidak sesuai kontrak. Dalam kontrak dicantumkan para pekerja mendapat gaji Rp 1,9 juta/bulan. “Mereka hanya mendapatkan gaji Rp 1,2 juta per bulan,” papar Wira yang merupakan adik dari gitaris grup band GIGI, Dewa Bujana.

“Kasus ini masih terus kita dalami. Dari dua tersangka ini kita akan kembangkan untuk mengungkap tersangka baru,”ujarnya saat konferensi pers di kantor Kejari Kota Tangerang, Kamis, (21/1).

Wira menambahkan, proyek pengadaan jasa kebersihan ini, diduga fiktif. “Sebelum menetapkan dua tersangka, kami telah memeriksa 25 orang saksi. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka lain,” ungkap Wira. Bayu Probo menambahkan penyelidikan masih terus berlanjut. Dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti yang didapat penyidik, ada orang lain yang terlibat dalam kasus ini. “Kemungkinan akan ada tersangka baru,” ungkap Bayu. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here