Home TANGERANG HUB Langgar PPKM, Tiga Kafe Disegel

Langgar PPKM, Tiga Kafe Disegel

0
SHARE
Langgar PPKM, Tiga Kafe Disegel
Tim Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangsel melakukan penutupan paksa salah satu kafe di Pamulang, kemarin malam. Ini dilakukan karena kafe tersebut buka di luar jam operasional selama PPKM. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SERPONG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel menindak tiga kedai kopi atau kafe di kawasan Serpong, Kamis (21/1) dini hari. Ketiga kedai kopi tersebut disegel karena melanggar ketentuan batas jam operasi di atas pukul 20.00 WIB selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dimulai 11 sampai 25 Januari mendatang.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fachry mengatakan, pelanggaran PPKM masih kita temukan di Kota Tangsel.

“Tiga kafe yang kita segel sebelumnya sudah diperingatkan oleh kelurahan dan kecamatan sampia tiga kali tapi, tetap membandel. Akhirnya kami lakukan penghentian aktivitas usaha sementara,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/1).

Muksin menambahkan, sejak 11 Januari  PPKM belum berdampak signifikan mengubah perilaku warga. Tempat usaha seperti pusat belanja yang harus tutup pukul 19.00 tidak membuat orang kehilangan tempat nongkrong. “Kafe-kafe yang muncul dan tersebar di dekat permukiman jadi titik kumpul warga. Kondisi ini berpotensi menjadi titik penularan Covid-19 baru,” tambahnya.

Masih menurutnya, saat Satpol PP berpatroli di tiga tempat tersebut mendapati kafe dan kedai kopi dipenuhi pengunjung. Kerumunan pengunjung di dalam kafe dikhawatirkan bisa memicu penularan Covid-19. Dalam patroli tengah malam tersebut, petugas juga mendapati warga berkumpul di beberapa titik jalan sehingga harus dibubarkan.

Patroli malam sebelumnya juga berlangsung di 10 titik di Kecamatan Pamulang, pada 17 Januari 2021. Di sana petugas Satpol PP mendapati anak-anak muda masih berkumpul di kafe-kafe hingga tengah malam. “Saat itu kita hanya memberi teguran kepada pemilik kafe dan belum dilakukan penutupan usaha sementara,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, tingkat kepatuhan warga dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan aturan PPKM belum mencapai target. Pemkot Tangsel menargetkan tingkat kedisiplinan warga setidaknya bisa mencapai 83 persen.

“Target angka kepatuhan warga terhadap PPKM dan prokes sekarang 79 persen tapi, itu masih jauh dari harapan kami,” jelasnya.

Pak Ben menambahkan, dengan masih belum terbentuknya kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan aturan PPKM, keadaan tersebut akhirnya belum mampu memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kalau masyarakat ga sadar-sadar, mau samai kapan pandemi ini akan berakhir,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here