Home TANGERANG HUB Pengusutan Dana Hibah KONI Tangsel, Jangan Sampai Terhenti di Tengah Jalan

Pengusutan Dana Hibah KONI Tangsel, Jangan Sampai Terhenti di Tengah Jalan

257
0
SHARE

SERPONG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel terus memeriksa pengurus cabang (pengcab) olahraga di Kota Tangsel. Pemeriksaan itu untuk menguatkan bukti dugaan penyelewengan dana hibah Rp 7,8 miliar 2019 di KONI Kota Tangsel yang dipimpin Rita Juwita. Tangerang Public Transparancy Watch (Truth) menyoroti langkah kejari yang ingin membongkar dugaan korupsi dana hibah yang bersumber dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel tersebut.

Wakil Koordinator Truth, Jupri Nugroho mengatakan, dugaan penyalahgunaan dana hibah di KONI Kota Tangsel sebenarnya kasus lama. “Kita berharap kalau ada kejanggalan soal hibah ya baguslah kalau kejari mau merespon itu,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (21/1).

Jupri menambahkan, lantaran penyelidikan oleh kejari sudah jalan, maka yang diharapakan masyarakat adalah penyelesaiannya. Jangan sampai penanganan kasus tersebut hanya untuk ‘main-main’ saja dan kasusnya bias.

“Contohnya soal kasus pengadaan lahan untuk SMP di Ciputat. Kelanjutannya gak ada. Perkembangannya sampai mana, masyarakat tidak tahu,” tambahnya.

Menurutnya, kasus dana hibah KONI Kota Tangsel yang ditangani kejari diharapkan sebagai pintu masuk untuk mengecek hibah-hibah lainnya. Tidak hanya di KONI. “Berani gak kejari untuk ngecek hibah lainnya. Beberapa hibah jelang pilkada kemarin kan ada yang dikeluarkan dan coba dicek juga,” jelasnya.

Ia berharap, kasus yang ditangani kejari saat ini jangan sampai berhenti di tengah jalan.
“Dengan kejari baru masyarakat butuh bukti yang benar-benar nyata. Gedung baru dan hibah juga, kajari juga baru. Di awal tahun kasihlah kita kejutan yang benar-benar sampai tuntas dan jangan awal saja. Istilahnya jangan anget anget tai ayam aja,” katanya.

Bila nantinya kasus tersebut masuk dalam penyidikan, maka pengusutan harus sampai tahapan perencanaan hibah. Tidak mungkin hanya dikroscek di hulu saja namun, dari hilir juga.

“Truth berharap kejari tuntaskan kasus ini. Tapi, jangan sampai anget-anget tai ayam dan di tengah jalan hilang serta tidak ada kejelasan,” ungkapnya.

Selain itu, Jupri juga meminta kejari memeriksa alur hibah tersebut, yakni dari awal perencanaan sampai tahapan. “Saya berfikir masak kasus sekelas KONI gak bisa tuntas ditangani kejari,” ungkapnya.

Dalm proses penyidikan kejari juga harus terbuka untuk mengawal prosesnya. Jupri meminta hasil penyelidikan kasus hibah KONI ini, dipublikasikan.

“Hibah sebesar Rp 7,8 miliar untuk sekelas KONI itu besar. Kita sama-sama tahu prestsi KONI seperti apa, kerjanya apa? Tapi, kita belum lihat ada hasil yang menonjol,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen pada Kejari Kota Tangsel Ryan Anugrah mengatakan, sampai hari ini (kemarin) sudah ada 20 orang yang dipanggil dan dimintai keterangan. “Hari ini (kemarin) ada lima orang yang periksa,” ujarnya.

Ryan menambahkan, lima orang tersebut terdiri dari pengurus cabang olahraga (cabor) yakni, catur, boling, cricket, bridge dan bulutangkis. “Mereka kita panggil dan diperiksa terkait alur pengajuan hibah, alur pencairan hibah, penggunaan, dan pertaggungjawaban,” tambahnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here