Home TANGERANG HUB PPKM Akan Berakhir, Kasus Masih Tinggi

PPKM Akan Berakhir, Kasus Masih Tinggi

0
SHARE
PPKM Akan Berakhir, Kasus Masih Tinggi
Tim gabungan TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Tangerang memberikan sanksi pus up kepada warga yang melanggar protokol kesehatan.

TANGERANG-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Tangerang raya akan berakhir (25/1) atau tiga hari lagi. Namun, kasus positif Covid-19 belum turun. Justru terus naik. Pemda bersama TNI dan Polri, tak kenal lelah merazia restoran dan warung yang nekad buka di atas pukul 19.00 WIB.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengatakan, peningkatan kasus dikarenakan penularan tinggi masih terjadi di klaster perkantoran dan keluarga. Ia menuturkan, penularan diperparah dengan kurangnya penerapan protokol kesehatan (prokes) di aktivitas masyarakat.

“Memang masih tinggi angka penularan harian. Penyebabnya kurang disiplin. Banyak warga tidak memakai masker saat keluar rumah,” katanya ketika dihubungi Tangerang Ekspres melalui sambungan telepon, Kamis (21/1).

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat, kasus konfirmasi positif Covid-19 harian bertambah di 19 kecamatan. Terkecuali, di Kecamatan Gunungkaler, Jayanti, Kresek, Kronjo dan Sukamulya yang nol kasus. Hingga Kamis (21/1) pukul 21.00 kasus positif bertambah di Kecamatan Kelapa Dua 84 orang, Curug 46 orang, Cisauk 27 orang, Balaraja 25 kasus, Cikupa 23 kasus dan Pasarkemis 18 kasus .

Hendra menuturkan, pertambahan kasus juga menyebabkan ruang ICU dan isolasi di rumah sakit rujukan Covid penuh, terisi 95 persen pasien dengan gejala sedang hingga berat.

Tidak hanya itu, isolasi bagi pasien tanpa gejala di rumah singgah Hotel Yasmin, Curug, terisi 100 persen dengan daftar antrean lebih dari 30 orang.

“Kita mengikuti apabila PPKM diperpanjang pemerintah pusat. Penegakkan disiplin kepada warga yang tidak memakai masker atau berkerumun tetap berjalan. Termasuk memberikan imbauan agar tetap mematuhi prokes,” jelasnya.

Hendra menjelaskan, akan ada kebijakan kepada rumah sakit swasta maupun milik pemerintah untuk menambah tempat tidur dan ruangan khusus pasien Covid-19. Hal tersebut untuk membantu proses penyembuhan bagi pasien bergejala ringan hingga berat. Sehingga, beban rumah sakit rujukan tidak terlalu menumpuk dalam merawat pasien dengan gejala sedang.

“Apabila ada 200 rumah sakit dan masing-masing menambah 2 tempat tidur dan ruangan, maka bisa ada kapasitas tambahan 400 kamar. Hal ini akan kita terapkan segera kepada seluruh rumah sakit swasta maupun milik pemerintah agar ikut merawat pasien Covid-19,” pungkasnya.

Kota Tangsel tak jauh berbeda. Kasus positif Covid harian terus bertambah. Pemkot Tangsel kewalahan mencari tempat untuk isolasi. Untuk menampung pasien OTG Covid, Pemkot Tangsel sedang membangun tenda di Rumah Lawan Covid-19 (RLC). RLC yang menggunakan gedung Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) kawasan Tandon Ciater, Serpong, saat ini memiliki kapasitas 150 tempat tidur.

Lantaran lonjakan kasus Covid-19 yang tidak kunjung surut, kapasitas RLC akan ditambah 150 tempat tidur.

Semua kamar sudah terisi. Area terbuka di belakang bangunan yang masih kosong akan dipasang tenda untuk tempat isolasi. Koordinator RLC Tangsel Suhara Manullang mengatakan, konsep rumah yang selama ini diterapkan RLC akan sedikit bergeser menjadi kemah.

Dengan istilah glamour camping (glamping). “Konsepnya glamping, kalau disingkat glamour camping. Walaupun glamour ini mohon untuk tidak dimaknai glamour mewah. Tapi, pendekatan kemanusiaan lah,” ujarnya.

Suhara menambahkan, dengan konsep kemah yang seperti rekreasi, diharapkan bisa memberikan dampak yang baik. Sehingga pasien tidak stres.

Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah juga mempersiapkan tempat baru sebagai tempat isolasi. Salah satunya, Puskesmas Sudimara Pinang yang akan dipergunakan sebagai Ruang Isolasi Terkonsentrasi (RIT).

“Sudah mulai paralel pengerjaan sarananya, exhaustnya, AC-nya sudah mulai dikerjakan,” kata Arief.

Arief menjelaskan pembangunan RIT ini bertujuan agar warga yang terinfeksi Covid-19 tidak melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Saat ini fasilitas kesehatan penuh semua. Untuk itu kita berupaya melindungi keluarga yang lain agar yang terinfeksi bisa mengisolasi diri di fasilitas kesehatan milik pemerintah,” jelas Arief.

Selain Puskesmas Sudimara Pinang, Arief juga meninjau Puskesmas Larangan Utara.

“Puskesmas Larangan Utara bukan dijadikan sebagai RIT. Tapi, hanya melayani warga yang mempunyai keluhan atau gejala Covid-19 untuk bisa kita antar ke fasilitas kesehatan rujukan,” ungkapnya. (sep/bud/ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here