Home TANGERANG HUB Kab.Tangerang Butuh 4 Juta Dosis, Vaksin Perdana Untuk Nakes Dinkes

Kab.Tangerang Butuh 4 Juta Dosis, Vaksin Perdana Untuk Nakes Dinkes

0
SHARE
Kab.Tangerang Butuh 4 Juta Dosis Vaksin Perdana Untuk Nakes Dinkes
Kota dan Kabupaten Tangerang mendapat jatah vaksin lebih cepat dari jadwal. Semula awal Februari, namun maju di akhir Januari yang diberikan kepada tenaga kesehatan.

TIGARAKSA-Setelah Kota Tangsel dan Kota Serang, mendapatkan kesempatan pertama divaksinasi kini, giliran Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Kemarin Kota Tangerang sudah melakukan vaksinasi. Hari ini, Senin (25/1) Kabupaten Tangerang. Vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes). Suntik vaksin bagi nakes di Kabupaten dan Kota Tangerang akan dilakukan di puskesmas atau rumah sakit yang sudah ditunjuk. Mereka yang akan disuntik sebelum sudah mendapatkan pesan singkat melalui nomor telepon. Hal ini merupakan kelengkapan administrasi untuk menerima vaksin di fasilitas kesehatan.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menjelaskan, untuk tenaga kesehatan (nakes) penyuntikan vaksin akan dilakukan sesuai jadwal yang tertera di Dinkes Banten. Yakni, setelah penyuntikan di Kota Serang dan Tangsel. Ia menuturkan, Di Kabupaten Tangerang ada 15 ribu tenaga kesehatan yang akan divaksin. Baik yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah (pemda) maupun rumah sakit umum (RSU) pemerintah termasuk milik swasta.

“Kita siapkan 44 puskesmas untuk vaksinasi dan beberapa rumah sakit swasta. Totalnya hampir 60 lokasi vaksinasi. Vaksinator kita ada 150 orang. Jadwal bagi nakes nanti menunggu dari Dinkes Banten,” jelasnya. Secara menyeluruh, kebutuhan vaksin di Kabupaten Tangerang, kata Zaki, mencapai 4 juta dosis vaksin. Hanya saja, penyuntikan akan dibuat bertahap. Di mana pada periode awal vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan. “Semua bertahap penyuntikan vaksinnya. Agar tidak ada antrean panjang kita siapkan 160 lebih tempat untuk penyuntikan vaksin,” pungkasnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmidzi mengatakan, vaksin Sinovac sudah mulai didistribusikan per hari ini (kemarin) ke puskesmas maupun rumah sakit yang ditunjuk jadi tempat penyuntikan. Terkait kebutuhan vaksin secara keseluruhan kata Hendra, belum semuanya ada. Sebab kuota yang diberikan Pemprov Banten sebanyak 22.200 dosis vaksin.

“(Yang disuntik pertama ini, red) Ini hanya untuk tenaga kesehatan nanti kemungkinan akan ada lagi yang bisa menjangkau polisi dan TNI serta Satpol PP,” katanya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan telepon, Minggu (24/1).

Sementara, di Kota Tangerang, suntik tahap pertama akan diberikan kepada 198 nakes di Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Setelah itu, barulah secara bertahap nakes semua nakes. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Liza Puspita Dewi mengatakan, jadwal untuk nakes di puskesmas dan rumah sakit swasta akan dilakukan Selasa besok. Karena dari jadwal yang sudah ada secara bertahap akan dilakukan di Kota Tangerang.

“Untuk nakes di Kota Tangerang, kita sudah jadwalkan 8 Febuari semua nakes sudah tervaksin. Tadi (kemarin) ada beberapa yang ditunda karena kurang istirahat dan hal yang lainnya,” ujarnya.

Walikota Tangerang Arief R Wisamansyah melihat penyuntikan vaksin kepada tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Tangerang, kemarin.

Liza menambahkan, para nakes tersebut sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, diberikan 16 pertanyaan yang wajib di jawab. Pertanyaan tersebut, seputar syarat penerima vaksin.

“Petugas vaksinasi atau vaksinator ada 565 orang yang sudah dilatih. Mudah-mudahan vaksinasi berjalan lancar. Setelah tenaga medis tervaksinasi, tahap selanjutnya vaksinasi ke masyarakat,” paparnya.

Ia menjelaskan, sebelum adanya vaksin, pihaknya sudah melakukan simulasi di puskesmas dan beberapa rumah sakit swasta yang ada di Kota Tangerang. Hal tersebut untuk mempermudah para petugas melakukan vaksinasi.

“Vaksin ini sudah dapat uji klinis, dan sertifikasi dari BPOM serta sudah dapat sertifikasi MUI, kalau vaksin ini halal dan aman. Jadi masyarakat tidak perlu takut,” ungkapnya.

Liza menuturkan, bahwa dirinya setelah mendapat vaksin tidak merasakan gejala apa-apa. Bahkan setelah istirahat 30 menit tubuhnya tidak merasakan hal yang aneh.

“Kebetulan tekanan darah normal. Saya juga tidak ada penyakit bawaan. Jadi setelah vaksin dan istirahat 30 menit, saya tidak merasakan gejala. Ini ikhtiar kita dalam menghadapi virus Corona, semoga dengan adanya vaksin ini angka penyebaran bisa berkurang,” tutupnya. (sep/ran/ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here