Home TANGERANG HUB Sampah di Belakang Pasar Sepatan Menumpuk

Sampah di Belakang Pasar Sepatan Menumpuk

0
SHARE
Sampah di Belakang Pasar Sepatan Menumpuk dan Dipenuhi Belatung
TUMPUKAN SAMPAH: Pengendara sepeda motor melintasi tumpukan sampah di belakang Pasar Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/1). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SEPATAN — Bau busuk yang menyengat langsung menyapa hidung orang-orang yang melintas di salah satu jalan di belakang Pasar Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Minggu (24/1).

Pantauan Tangerang Ekspres di lapangan, berbagai macam jenis sampah diantaranya sampah rumah tangga dan sayur-sayuran yang sudah dipenuhi belatung serta menimbulkan bau busuk. Selain itu, pemandangan yang tidak sedap juga menggangu mata, seolah dibiarkan menumpuk begitu saja di tepi jalan belakang Pasar Sepatan.

Meskipun sudah terlihat adanya plang bertuliskan imbauan larangan membuang sampah, namun terkesan hanya menjadi hiasan belaka. Pasalnya tak mampu membendung orang-orang membuang sampah sesukanya.

Saat dimintai tanggapannya tentang tumpukan sampah itu, Kurniadi, seorang warga setempat mengatakan, sampah dibiarkan menumpuk oleh petugas kebersihan yang melintas mengendarai mobil truk pengangkut sampah.

“Mungkin, petugas kebersihan menganggap lokasi itu tempat sampah liar. Jadi mengangkut sampah di tempat itu bukan kewajibannya,” kata Kurniadi, kepada Tangerang Ekspres, sambil menunjuk ke arah lokasi tempat sampah liar, Minggu (24/1).

Kurnaidi menuturkan, tumpukan sampah menjadi penyebab bau tidak sedap di lingkungan sekitar tempat sampah liar itu. Bahkan, semakin banyak lalat yang berterbangan di pemukiman, bila sampah dibiarkan menumpuk begitu saja selama berbulan-bulan.

Kurnaidi menyarankan, pemerintah melalui dinas terkait menyediakan bak mobil truk sampah di lokasi tempat sampah liar. “Tujuannya, agar orang tidak sesukanya buang sampah di tepi jalan. Kemudian, petugas semakin mudah memindahkan sampah,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Camat Sepatan Dadang Sudrajat mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, untuk menindaklanjuti solusi yang disampaikan oleh warga.

“Sebelumnya, sejak saya tugas di Sepatan, kami tim kebersihan kecamatan sudah 2 kali inisiatif membersihkan tumpukan sampah di tempat tersebut. Namun orang-orang sudah terbiasa membuang sampah di tempat tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang  mengakui masih ditemukannya tumpukan sampah di pasar tradisional. Namun, dinas meminta ada peran bersama di mana warga membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan, pentingnya peran bersama dalam penuntasan penumpukan sampah. Terutama di pasar tradisional yang padat akan aktivitas perekonomian.

Taufik menjelaskan, pengangkutan sampah dilakukan setiap hari secara rutin. Termasuk tumpukan sampah di pasar tradisional. Hanya saja, masih ditemui warga yang membuang sampah di sembarang tempat.

“Sampah kita angkut terus secara rutin di mana semua armada kita beroperasi termasuk pegawai pengangkut sampah. Namun, untuk minggu proses pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir kita liburkan,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres saat dihubungi melalui saluran seluler.

Ia menuturkan, pengangkutan sampah dilakukan rutin untuk menghindari penumpukan di lingkungan warga. Hanya saja, ada hari libur untuk pekerja sehari dalam seminggu.

Tentang aduan warga di media sosial tentang penumpukan sampah di Pasar Sepatan. Taufik berjanji, akan menindaklanjuti untuk proses pembersihan sehingga tidak ada lagi penumpukan.

“Bisa dibayangkan kalau seminggu saja tidak diangkut seperti apa menumpuknya. Untuk masalah di Sepatan kita akan cepat ditindaklanjuti agar tidak lagi tumpukan sampah,” jelasnya.(zky/sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here