Home TANGERANG HUB PPKM Jilid II, Hanya Longgar 1 Jam

PPKM Jilid II, Hanya Longgar 1 Jam

114
0
SHARE

TANGERANG-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Diperpanjang. Tak banyak aturan yang berubah dari PPKM jilid I. Yang berubah hanya jam tutup pusat perbelanjaan, pertokoan, restoran, kafe dan warung. Sebelumnya, pukul 19.00 WIB semua pusat perbelanjaan, dan usaha kuliner harus tutup. Kini, di PPKM jilid II, diperpanjang satu jam menjadi pukul 20.00 WIB.

Penambahan satu jam ini belum memberikan harapan kepada pedagang kecil kuliner yang berjualan di pinggir jalan. Pada PPKM pertama, mereka merasa terpukul. Omsetnya terjun bebas. Biasanya mereka bisa menggelar dagangan hingga dini hari dengan omset di atas Rp 1 juta. Dengan pembatasan sampai pukul 19.00 WIB, mereka hanya punya waktu buka usaha 2 jam, pendapatan mereka makin tergerus lebih dalam. “Saya baru buka jam lima sore, trus harus tutup jam tujuh, gak dapat apa-apa.” kata Suratman pedagang pecel lele di Jalan Hasyim Ashari, Kota Tangerang. Dengan penambahan jam tutup satu jam, Suratman pesimistis bisa menambah omset. “Kalau cuma ditambah satu jam, nggak ngaruh,” timpalnya.

Sementara Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan di PPKM kedua ini, tak mengubah banyak aturan. “Secara keseluruhan hanya mengubah jam operasional. Selebihnya aturan yang sudah ada pada PPKM pertama, tetap kami berlakukan. Hal tersebut sebagai langkah ikhtiar kita dalam menekan angka penyebaran virus Corona,” katanya. Keputusan tersebut, tertuang pada Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang diperpanjang dari 26 Januari sampai 8 Februari.

Arief mengatakan, kelonggaran satu jam bagi pusat perbelanjaan, kafe, warung dan restoransudah ada ketentuan dari Provinsi Banten yang juga mengeluarkan surat edaran mengenai perpanjangan PSBB untuk wilayah Banten salah satunya Kota Tangerang. “Kita mengikuti kebijakan Provinsi Banten. Memang awalnya dibatasi hingga pukul 19.00 WIB, tetapi ada perubahan kebijakan untuk pusat perbelanjaan saat ini dibatasi hingga pukul 20.00 WIB dengan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan,” lanjutnya, Selasa (25/1).

Untuk aturan yang lainnya tidak ada perubahan. Semuanya masih sama, mulai dari komposisi Work From Home (WFH) 70 persen hingga kuota pengunjung pusat perbelanjaan dan tempat ibadah masih tetap sama. Ia menjelaskan, hingga saat ini Satgas Covid-19 bekerjasama dengan TNI dan Polri dalam menjalankan oprasional pendisiplinan protokol kesehatan.

“Satgas Covid-19 ini betugas untuk mengingatkan, dan juga memberikan sanksi bagi masyarkat yang melanggar aturan. Kita ingin, dengan adanya satgas ini masyarakat bisa memahami kondisi yang saat ini,”ungkapnya.

Pemkab Tangerang juga memperpanjang PPKM hingga 8 Februari. Seperti di Kota Tangerang, jam operasional pusat perbelanjaan, restoran, kafe, warung dan usaha kuliner diperpanjang satu jam menjadi pukul 20.00 WIB. WIB.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, tren kasus baru harian Covid-19 masih tinggi. Menurutnya, penyebaran virus masih berasal dari klaster liburan Natal dan tahun baru (Nataru). Ia menuturkan, pembatasan aktivitas masyarakat ditujukan untuk menekan kasus harian Covid-19.

“Pemerintah pusat dan provinsi sudah memperpanjang berlakunya PPKM dan otomatis kita mengikuti. Aturan sama seperti sebelumnya. Hanya saja ada perubahan jam operasional sektor usaha hingga 20.00 WIB,” jelasnya kepada awak media, Selasa (26/1).

Zaki menerbitkan surat edaran tentang aturan pembatasan kegiatan masyarakat. Di mana, sektor esensial seperti kesehatan, penyedian bahan pangan, keuangan, informasi, perhotelan, industri strategis, makanan, energi, logistik dan pelayanan dasar diperbolehkan beroperasi 100 persen. Namun, jam operasional mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB di mana kapasitas pegawai yang bekerja di kantor maksimal 50 persen.

“Mal dan pertokoan diperbolehkan beroperasi mulai 10.00 hingga 20.00 WIB. Untuk kedai kopi, warung makan dan restoran maksimal pengunjung 25 persen dari kapasitas dan harus tutup pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Sedangkan, sektor transportasi umum dalam trayek berhenti beroperasi di 20.00 WIB dengan maksimal 50 persen penumpang dari kapasitas kendaraan. Adapun, kendaraan umum di luar trayek diperbolehkan beroperasi 24 jam. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Hiburan malam, pusat kebugaran, karaoke, spa, bioskop dan billiard dilarang beroperasi. Sedangkan, untuk aktivitas di rumah ibadah boleh dengan maksimal kapasitas 50 persen jemaah,” pungkasnya. (ran/sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here