Home TANGERANG HUB Warga Hanya Sekali Dapat BST Pemprov

Warga Hanya Sekali Dapat BST Pemprov

0
SHARE
Warga Hanya Sekali Dapat BST Pemprov
Seorang warga mengambil BST dari anggaran Provinsi Banten, Rabu (3/6/2020). Puluhan warga Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, sejak 2020 yang seharus meneriam dua kali BST, hingga kini baru sekali menerima BST dari Pemprov Banten.

SEPATAN-Sebanyak 46 penerima dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Provinsi Banten, di Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, heran. Sejak 2020, meraka baru menerima satu kali BST dari Pemprov Banten.
Seharusnya mereka menerima dua kali. Warga menagih janji Pemprov Banten yang akan memberikan BST dua kali.

“Bahkan, mereka sering bertanya kepada kami kenapa baru satu kali menerima BST pemprov. Padahal kami pun belum terima info apa pun penyebab penyaluran BST Pemprov yang baru diterima satu kali oleh warga kami,” kata Sekretaris Desa Pisangan Jaya Abdul Majid, kepada Tangerang Ekspres, Selasa (26/1).

Majid menyebutkan, penyaluran BST anggaran Pemprov Banten benar-benar hanya disalurkan satu kali. Seharusnya hal tersebut disosialisasikan kepada warga. Tujuannya agar warga memahami dan tidak berpikir negatif.

Kata Abdu Majid, penyaluran BST Pemprov Banten ternyata disalurkan lebih dari satu kali, tapi belum diterima warga. Sebaiknya Pemprov Banten menjelaskan kepada warga.

“Alhamdulillah, kalau untuk BST yang bersumber dari dana desa sampai pemerintah pusat, atau selain dari pemprov, sudah tuntas diterima warga sesuai jumlah tahapannya pada 2020 lalu,” tuturnya.

Saat diminta menanggapi perihal tersebut, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten Budi Dharma Sumapradja mengatakan, BST anggaran Pemprov Banten dikucurkan dua tahap atau dua kali pada 2020.

“Untuk penerima BST di Tangerang Raya, menerima BST senilai Rp1,2 juta, dikucurkan dua tahap. Salah satunya di Kabupaten Tangerang,” kata Budi.

Walaupun begitu, tuturnya, ada saja penerima BST pada tahap satu, namun tidak menerima BST tersebut pada tahap dua. “Namun, ada penjelasannya. Misalkan di Kecamatan Bayah, Lebak, ada mencapai 179 yang tidak menerima BST anggaran pemprov tahap dua. Setelah didalami, ternyata mereka ambil BST dari sumber lain tanpa bilang-bilang,” ujarnya. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here