Home NASIONAL Siapkan Skenario Karantina Wilayah Terbatas

Siapkan Skenario Karantina Wilayah Terbatas

0
SHARE
Siapkan Skenario Karantina Wilayah Terbatas
Tenaga medis merangkul pasien positif Covid-19 yang juga bekerja sebagai perawat di RS Darurat Covid-19 masuk ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1). Kasus Covid-19 Indonesia tembus 1 juta kasus, pemerintah menyiapkan skenario karantina wilayah. FOTO: Jawa Pos

JAKARTA-Pemerintah tengah menyiapkan langkah khusus untuk penanganan Covid-19, usai tembus 1 juta kasus. Salah satu skenario yang tengah digodok ialah, karantina wilayah terbatas hingga tingkat terbawah. Dalam keterangan resminya kemarin (27/1), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengamini, bahwa melonjaknya kasus Covid-19 hingga 1 juta ini menandakan perlunya langkah penanganan khusus.

Ia mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah meminta kepada jajaran menteri terkait agar dilakukan perubahan strategi dan pendekatan agar penanganan Covid-19 berjalan lebih baik.

”Tentu saja ini memerlukan langkah khusus yang berbeda dari yang selama ini telah dilakukan,” ujarnya. Perubahan strategi ini akan lebih difokuskan pada level hulu. Mulai dari langkah untuk melakukan karantina terbatas; tracing, testing, dan treatment (3T); serta penerapan protokol kesehatan 3M.

”Salah satu langkah khusus yang diminta Presiden dalam penanganan Covid-19 sekarang ini adalah karantina wilayah terbatas sampai tingkat mikro, di lingkup RT dan RW,” kata Wakil Ketua III KPC-PEN tersebut. Dia menjelaskan, karantina terbatas ini rencananya akan dilakukan untuk mendalami kasus yang ada di suatu wilayah. Lalu, melakukan pemisahan masyarakat dengan kasus positif yang dilakukan melalui isolasi mandiri atau isolasi kolektif. Saat ini, teknis karantina terbatas masih akan dibahas lebih lanjut.

”Kita akan terus atur (teknisnya, red). Dan sebetulnya Presiden sudah memesan agar sungguh-sungguh diterapkan karantina terbatas, kemudian isolasi mandiri. Kalau tidak memungkinkan dilakukan isolasi kolektif secara terpusat,” papar Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terserbut.

Di sisi lain, lanjut dia, langkah yang tengah dilakukan pemerintah pusat adalah pengalokasian tempat tidur untuk pasien Covid-19. Menurut dia, selama ini mayoritas rumah sakit masih belum optimal dalam mengalokasikan tempat tidur dan ruang perawatan untuk pasien Covid-19.

Atas kondisi ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun telah mengeluarkan surat edaran ke rumah sakit agar melonggarkan alokasi bed untuk pengidap Covid-19. ”Karena ternyata sebagain besar RS termasuk RS pemerintah baru di bawah 15 persen menyediakan bed untuk pasien Covid. Sudah ada edaran menkes, tinggal bagaimana ditegakkan,” ungkapnya.

Sementara itu, tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di 34 provinsi menunjukkan perkembangan yang baik kemarin. Per tanggal 25 Januari 2021 ini, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat provinsi dengan BOR kritis yakni di atas 70 persen berkurang dari sebelumnya 7 provinsi pada 21 Januari lalu menjadi 5 provinsi.

”Per tanggal 25 Januari masih ada 5 provinsi yang angkanya di atas 70 persen. Semuanya di wilayah PPKM. Jadi kita rem (kegiatan masyarakat,Red) karena masalah ini (BOR,Red),” kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah kemarin.

5 provinsi tersebut meliputi DKI Jakarta 84 persen, Banten 77 persen, DI Yogyakarta 76 persen Jawa Barat 72 persen, serta Bali 70 persen.

Sementara itu, kata Dewi jumlah daerah kuning (BOR berada di atas 50 persen) namun masih di bawah 70 persen kini menjadi 11 provinsi. Dua di antaranya adalah provinsi yang melaksanakan PPKM. Dewi menyebut bahwa PPKM sudah mampu menurunkan tingkat keterisian ranjang rumah sakit. Namun masih harus terus ditekan agar berada di bawah 70 persen.(jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here