Home TANGERANG HUB Barang Bukti Pidana Dimusnahkan

Barang Bukti Pidana Dimusnahkan

0
SHARE
Barang Bukti Pidana Dimusnahkan
SIMBOLIS: Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Bahrudin (kiri depan) membakar barang bukti tindak pidana di halaman kantor kejaksaan, Kamis (18/2). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Ribuan barang bukti hasil tindak pidana umum dan khusus senilai Rp 400 juta dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, Kamis (18/2).

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara pidana umum, khusus dan kepabeanan. Diantara barang bukti yang dimusnahkan diantaranya bahan tekstil untuk disupplai ke PT Adis Balaraja yang menjadi barang sitaan kasus bea cukai.

Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Tangerang Bahrudin mengatakan, barang sitaan bahan tekstil tersebut akan dimusnahkan secara lanjutan di PT Wastec Internasional yang berlokasi di kawasan industri Kota Cilegon. Ia menuturkan, kasus kepabeanan bahan tekstil merupakan perkara 2020 dan sudah mendapat putusan serta kekuatan hukum tetap.

Data dari kejaksaan tercatat antara lain, ratusan roll bahan tekstil yang dimusnahkan. Yakni, Untuk bahan sintetis sebanyak 169 roll dengan panjang 1.235 meter, 57 roll bahan tekstil, 50 roll bahan leather dan 410 roll bahan magwire dengan panjang 10.345 meter.

“Untuk tekstil dari perkara kepabeanan dengan penyidik dari Bea Cukai Banten. Perkara pidananya di mana terpidana belum membayarkan kepabeanan sudah mengangkut,” jelasnya kepada awak media.

Selain barang tekstil, kejaksaan juga memusnahkan ribuan bungkus rokok berbagai merk yang tidak memiliki pita cukai. Rinciannya, sebanyak 625 bungkus rokok merk Sekarmadu warna putih dan 600 bungkus merk Sekarmadu jenis blood hitam tanpa pita cukai. Kemudian sebanyak 1.409 bungkus merk GLS Sport menthol yang dilabeli pita cukai palsu.

Rokok tanpa pita cukai yang sah tersebut dipasarkan di warung kampung dengan menyasar pelanggan kelas menengah ke bawah. Ribuan bungkus rokok berbagai merk ini hasil tindak kejahatan kepabeanan. Mulai dari memalsukan pita cukai hingga tidak memiliki label pajak.

“Jumlahnya untuk rokok ada 121 slop yang merupakan perkara kepabeanan. Apabila dijumlahkan secara keseluruhan dengan barang bukti narkotika barang sitaan yang dimusnahkan ini senilai Rp400 juta,” jelasnya.

Sementara Human Resource Development (HRD) PT Adis Dimension Balaraja Rini mengatakan, tidak ada masalah kepabeanan bahan tekstil yang dimiliki perusahaan. “Iya mungkin itu milik supliyer. Selama ini kami tidak ada masalah,” pungkasnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here