Home TANGERANG HUB Setelah Perjuangan dan Penantian Sejak 2018, 197 Honorer Diangkat Menjadi PPPK

Setelah Perjuangan dan Penantian Sejak 2018, 197 Honorer Diangkat Menjadi PPPK

0
SHARE
Setelah Perjuangan dan Penantian Sejak 2018, 197 Honorer Diangkat Menjadi PPPK
Senyum bahagia terpancar dari wajah tenaga honorer Kota Tangsel usai dilantik menjadi PPPK, Senin (22/2). Untuk mendapatkan status PPPK ratusan honorer ini berjuang sejak 2018.

CIPUTAT-Pemkot Tangsel melantik 197 pegawai non PNS, berasal dari honorer K2. Ratusan pegawai ini sebelumnya telah lolos seleksi dalam penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebanyak 197 orang itu terdiri dari 195 guru dan 2 orang pegawai non PNS di salah satu dinas.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menjelaskan pengangkatan ini merupakan salah satu apresiasi kepada guru yang sudah memberikan dedikasinya kepada masyarakat Kota Tangsel.

“Bapak ibu memiliki peran sangat besar. Perjuangan bapak ibu tidak sia-sia,” ujar Airin. Ia menjelaskan dengan dilakukannya sumpah jabatan kepada 195 PPPK ini, untuk memastikan mereka di garis start untuk memulai status baru.

”Saya meyakini, apapun yang dilakukan saat ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan loyalitas bapak dan ibu untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat Kota Tangsel,” lanjut Airin.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel Apendi menjelaskan pengangkatan terhadap 197 PPPK, ini merupakan angkatan pertama. Tidak menutup kemungkinan akan ada lagi prekrutan PPPK.

Apendi menambahkan program ini merupakan program pemerintah yang dijadikan sebagai solusi untuk pengangkatan pegawai non PNS. Dengan fasilitas yang hampir sama diberikan kepada PNS.

”Sesuai dengan ketentuan, salah satu fasilitasnya adalah upah bulanan yang sama dengan PNS,” kata Apendi.

Dia menambahkan nantinya PPPK akan melakukan kontrak selama lima tahun. Dengan evaluasi setiap tahun untuk ditentukan apakah kontraknya akan diteruskan atau tidak. Sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, dari 197 yang dilantik terdapat satu orang berusia 60 tahun yang diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK, selama satu tahun menjelang masa pensiunnya.

Kepala Dinas Pendidikan Taryono menjelaskan pada Februari, seluruh guru yang diangkat menjadi PPPK sudah mendapatkan semua gaji seperti dengan PNS. Sebelumnya Januari lalu masih honor.

Sebelumnya, seluruh guru honorer K2 melakukan tes untuk menjadi PPPK. ”Kriterianya, seluruh guru K2 melakukan tes yang dilakukan 2018 lalu. Lalu yang lulus masuk daftar tunggu untuk diangkat menjadi PPPK,” kata dia.

Untuk gajinya sendiri sebesar Rp 3,5 juta. “Kalau sebelumnya berdasarkan gaji honorer. Namun sekarang sudah sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ada,” ungkapnya.

Salah satu guru yang dilantik Abi menjelaskan ini adalah momentum yang luar biasa. Sebab sebelumnya guru memperjuangan status ini selama dua tahun. ”Mulai tes, hingga saat ini, kita berjuang tanpa lelah,” kata dia.

Abi berharap nantinya pemerintah akan menjaring lagi guru-guru yang saat ini masih banyak menjadi honorer di sekolah-sekolah. Dengan begitu, pelayanan pendidikan akan semakin maksimal, dan Tangsel memiliki sumberdaya yang berkualitas. (mol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here