Home TANGERANG HUB Bertekat Tunaikan Janji Kampanye dalam 3,5 Tahun

Bertekat Tunaikan Janji Kampanye dalam 3,5 Tahun

0
SHARE
Bertekat Tunaikan Janji Kampanye dalam 3,5 Tahun
Walikota Cilegon terpilih Helldy Agustian (tengah) bersama Wakil Walikota Sanuji Pentamarta (kanan) saat diskusi bersama Pemred Banten Raya Fikri Hilam (kiri) dalam forum Diskusi Radar Banten Group kemarin.

CILEGON-Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta akan dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Cilegon periode 2020-2025. Mereka menjadi pemenang dalam Pilkada Serentak 2020. Lalu, bagaimana persiapan keduanya menjalankan amanah sesuai dengan janji kampanye yang disampaikan saat Pilkada Cilegon? Berikut rangkuman diskusi Banten TV yang dipandu Pemimpin Redaksi Banten Raya Fikri Hilman.

Dalam kampanyenya, Helldy-Sanuji memberikan sejumlah janji. Di antaranya 5.000 beasiswa full sarjana, melengkapi 8 puskesmas dengan fasilitas utilitas dan SDM yang andal, pembagunan fasilitas hobi dan komunitas (Youth Center), honor RT/RW Rp1 juta/bulan. Kemudian ada janji kenaikan tunjangan kinerja (tukin) daerah ASN 25 persen. Dana stimulan operasional DKM Rp10 juta per tahun. Kenaikan honor guru honorer dan madrasah 50 persen. Dana lingkungan RW sebesar Rp100 juta per tahun, dan 43 ruang terbuka publik atau Alun-alun kelurahan.

Helldy menjelaskan, saat ini tim transisi sedang menyiapkan apa saja yang bisa dikerjakan untuk 100 hari kerja Helldy-Sanuji. Tahun 2021 ini memang belum bisa maksimal dalam menerapkan janji kampanye. Karena APBD-nya, disusun oleh kepala daerah yang akan digantikannya. Makanya tim transisi sedang mendata mana saja yang bisa dilakukan. Menurutnya, pada 2022 bisa teratasi.

“Janji kampanye kita memang akan memberikan 5.000 beasiswa full sarjana untuk warga Cilegon. Makanya kemarin Pak Wakil (Sanuji Pentamarta) ke UIN, saya ke Untirta, Al-Kahiryah (Universitas Al-Khairiyah) juga. Jadi, 5.000 beasiswa itu, per tahun ada 1.000 beasiswa, tahun ini Insya Allah bisa mulai,” ungkapnya.

Selanjutnya, honor RT/RW Rp1 juta per bulan. Menurut Helldy, honor RT dan RW di Kota Cilegon saat ini sangat kecil. (Tahun lalu naik Rp200 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan). Di Kota Manado, kata Helldy, sudah mencapai Rp2,5 juta per bulan. “Ini untuk motivasi bagi mereka agar ikut membangun Cilegon yang baru,” jelasnya.

Sanuji menambahkan, visi Helldy-Sanuji adalah bagaimana menciptakan Cilegon yang baru, modern dan bermartabat.

Menurut Sanuji, ada 5 misi yang akan difokuskan. Di antaranya bidang birokrasi, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. “Janji kampanye itu program kita secara lengkap, Insya Allah tahun 2022 maksimal,” tegasnya.

“Cilegon modern itu adaptif terhadap pembangunan,” tambah Helldy. Terkait janji penyerapan 25.000 tenaga kerja, Helldy menjelaskan bahwa anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Kota Cilegon saat ini hampir Rp2 triliun. Dengan jumlah delapan kelurahan, nilai APBD Kota Cilegon jauh lebih besar dari APBD Pemkab Lebak dan Pandeglang yang memiliki kecamatan dan kelurahan cukup banyak.

Helldy juga membandingkan Kota Cilegon dengan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Banyuwangi memiliki 25 kelurahan, sedangkan Kota Cilegon hanya 8 kecamatan. Luas wilayah Banyuwangi juga sangat luas. Sedangkan Kota Cilegon sangat kecil, tapi memiliki APBD dengan pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar.

“Saya melihat, sejak berdiri, Kota Cilegon tidak ada upaya pengentasan pengangguran. Sekolah kurang, ada satu kecamatan yang tidak memiliki SMP,” jelasnya.

Helldy juga menjelaskan, angka indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Cilegon sebesar 73,05. Angka rata-rata lama sekolah di Kota Cilegon 9,8 tahun atau sampai SMP. Angka harapan hidup 66,6 tahun. Angka kemiskinan juga masih tinggi.

“Di Cilegon banyak industri besar dengan padat modal. Pengentasan pengangguran 25.000 itu juga dalam bentuk UMKM. Makanya, kita akan lihat, mana yang low skill, mana yang midle skill. Di sini banyak yang kuliah bukan asli Cilegon. Mereka belajar di sini, setelah lulus pulang. Nah, bagaimana caranya agar warga Cilegon kuliah sampai lulus dengan beasiswa itu agar nanti bisa di sini (mengembangkan ilmunya),” tegasnya. Ia memaparkan kategori low skill adalah tamatan sekolah dasar (SD), sedangkan midle skill tamatan SMP.

“Low skill bisa diarahkan pengelolaan UMKM, sedangkan midle skill, kita ingin ke industri. Kita bekerja sama dengan industri, minimal 1 industri bisa tampung 50 orang lulusan
. Kalau ada 70 industri, dikali 5 tahun (masa jabatan Helldy-Sanuji), (angka pengangguran) selesai,” ungkapnya.

Menurutnya, yang perlu dimaksimalkan dan diolah adalah skill-nya dulu. Caranya yakni kerja sama dengan industri. “Kalau ada industri yang masuk, pemerintah juga bisa nego. Kalau orang sini, ikut training, jadi pintar, juga ambil orang sini,” imbuhnya.

Sanuji juga menambahkan, angka pengangguran di Kota Cilegon sebanyak 25 ribu orang. Oleh karena itu perlu

pendekatan integral, semua sisi dan semua sektor harus dimanfaatkan, seperti pemberdayaan UMKM. “Kita sangat ingin tenaga kerjanya wong Cilegon, kita berharap juga PT KS ada penyehatan, kembalikan tenaga kerja yang dirumahkan,” jelasnya.

Menurut Sanuji, 25 ribu orang pengangguran tersebut juga perlu pendataan, siapa saja orangnya, dan di mana tinggalnya. “Kita akan data, by name by address. Makanya kita naikkan honor RT dan RW itu, juga untuk itu, melakukan pendataan,” imbuhnya.

Ditanya bagaimana dengan janji kenaikan tukin daerah bagi ASN sebesar 25 persen. Padahal, tunjangan ASN di Kota Cilegon sudah cukup tinggi? Helldy menjelaskan, kenaikan tukin 25 persen tersebut adalah kenaikan sebesar 5 persen per tahun. Jadi, total selama masa kepemimpinanya kenaikan ASN tersebut mencapai 25 persen. “Termasuk juga tenaga honorer yang sudah lama bekerja, kita akan perhatikan. Tapi soal tukin, kita kan belum masuk, bagaimana undang-undangnya. ”

Menurut Sanuji, kesejahteraan aparatur perlu diperhatikan agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kita push, kita harus berlari. Nah, kalo sedang lari, agar tidak terganggu, lirik kanan kiri, kesejahteraannya harus baik. Anggaran publik untuk publik, korupsi harus kita tinggalkan,” tegasnya.

Helldy juga menegaskan, di era kepemimpinnaya akan dilakukan secara terbuka.
Pihaknya akan memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki kualitas dan integritas. “Orang (ASN) yang punya potensi, kita buka kesempatan seluas-luasnya peluangnya. Tidak lagi harus, maaf, membayar untuk naik jabatan. Bayar sekian,” ungkapnya.

Lalu bagaimana Helldy-Sanuji bisa merealisasikan janji kampanye, sementara komposisi pendukung parpol di parlemen kalah jauh dengan Partai Golkar sebagai oposisi. Helldy menjelaskan, di daerah tidak ada oposisi. Karena parlemen di daerah juga bagian dari pemerintah daerah.

“Saya dipilih oleh rakyat, dan akan memperjuangkan rakyat. Dewan yang terhormat juga dipilih oleh rakyat, dan memperjuangkan rakyat. Tidak mungkin kita tidak sama-sama. Makanya, begitu saya dinyatakan terpilih, saya datangi semua calon, bukan Helldy yang minta didatangi. Saya dulu, juga pernah kalah, tidak masalah. Karena perjuangan kita untuk masyarakat,” tegasnya.

Helldy mengatakan, banyak persoalan di Kota Cilegon. Oleh karena itu, harus diselesaikan satu per satu. “Belum lagi RPJMD yang belum selesai,” tutupnya. (brp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here