Home TANGERANG HUB Gedung Juang 45 Disulap dengan Konsep Modern, Melihat Sejarah Kesultanan Banten, hingga...

Gedung Juang 45 Disulap dengan Konsep Modern, Melihat Sejarah Kesultanan Banten, hingga Kemerdekaan

0
SHARE
Gedung Juang 45 Disulap dengan Konsep Modern Melihat Sejarah Kesultanan Banten, hingga Kemerdekaan
MENUNJUKAN: Walikota Serang Syafrudin (kiri) bersama Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin (dua dari kanan) didampingi Kepala DPK Kota Serang Wahyu Nurjamil (kanan) menunjukan salah satu koleksi buku di Gedung Juang 45, Rabu (24/2). FOTO: Pemkot Serang for Banten Ekspres

SERANG-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Serang ‘menyulap’ Gedung Juang 45 yang berada di jalan Ki Mas Jong, menjadi sarana edukasi dan wisata sejarah serta perpustakaan mini. Sebelumnya selama puluhan tahun Gedung Juang 45 tidak terawat dan tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah sebelumnya. Baru pada kepemimpinan Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin gedung ini mendapat perhatian dan bisa kembali difungsikan.

Syafrudin mengatakan, Gedung Juang 45 merupakan gedung cagar budaya. Sebelumnya gedung tersebut terancam hilang karena tidak terawat. Dari tahun ke tahun Gedung Juang 45 tidak tersentuh pembangunan pemerintah.”Gedung Juang 45 baru pertama kali mendapat revitalisasi dari Pemkot Serang. Revitaliasi pada gedung tersebut tidak mengubah bentuk gedung dari sebelumnya,”ungkap Syafrudin usai melakukan launching Gedung Juang 45, Rabu (24/2).

Syafrudin mengatakan, pada 2021 ini Pemerintah Kota Serang menganggarkan Rp2 miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang guna pembangunan lanskap juga pembangunan lainnya. Bila tidak selesai tahun ini, maka akan kembali menganggarkan di APBD selanjutnya di 2022, 2023, dan 2024. ”Revitalisasi gedung itu belum mencapai 100 persen. Lanskap yang kita lihat di sini tidak memenuhi standar. Kita akan bangun di tahun ini. Di dalam ruangan juga masih banyak kekurangan. Insya Allah ke depan terus kita akan support Gedung Juang ini sebagai tempat edukasi masyarakat,” terangnya.

Kini lanjutnya, masyarakat bisa mengunjungi Gedung Juang 45 yang berada di Jalan Ki Mas Jong, Kota Serang, dengan nyaman. Di dalamnya ada diorama Banten dari masa Kesultanan Banten, masa kolonial, kemerdekaan, sampai masa saat ini. Tersedia juga perpustakaan dewasa dan anak serta perpustakaan digital dan mini teater. Setelah dilaunching, Gedung Juang 45 bisa dikunjungi masyarakat secara gratis. Gedung Juang 45 sementara ini akan dibuka untuk umum dari Senin sampai Jumat dari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.

Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin berharap dengan di-launching-nya Gedung Juang 45 suksesi literasi berjalan di Kota Serang. Ia juga mengajak warga Kota Serang agar ramai-ramai datang ke Gedung Juang 45 walaupun saat ini kondisinya masih belum sempurna. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, dalam rangka mendukung visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota yang tertuang dalam RPJMD Kota Serang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mencoba berinovasi dalam menjabarkan apa yang menjadi misi Walikota dan Wakil Walikota dengan tagline ‘Percanten’ yang merupakan akronim dari Perpustakaan dan Kearsipan Canggih, Nyaman, dan Terintegrasi.

Wahyu menjelaskan, Canggih terwujud dalam adanya e-Pusda yang sudah dilaunching tahun 2020 lalu. DPK Kota Serang menyediakan buku digital atau e-Book sehingga masyarakat bisa membaca buku dengan menggunakan gawai mereka. DPK juga memiliki program pintar buku, di mana masyarakat tinggal menelepon perpustakaan lalu memilih buku yang diinginkan kemudian buku akan diantar dan setelah selesai akan dijemput kembali oleh petugas perpustakaan.

Kemudian Nyaman, diwujudkan dalam layanan perpustakaan yang semakin baik dengan sudah direnovasinya gedung perpustakaan yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang. Setelah direnovasi katanya, sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengunjung perpustakaan bisa mencapai 80 orang per hari.

Selanjutnya kata Wahyu, Terintegrasi terwujud dalam revitalisasi Gedung Juang 45 di mana pekerjaan ini merupakan bukti kebersamaan antar OPD, yaitu antara DPK Kota Serang, DPUPR, DPRKP, dan Dinas Kominfo Kota Serang dalam mewujudkan salah satu misi Walikota dam Wakil Walikota, yaitu mewujudkan masyarakat yang berbudaya.“Ini cagar budaya yang kami perjuangkan. Tentu Pak Wali dan Pak Wakil tahu proses memperjuangkan Gedung Juang 45 ini. Dengan dorongan kekuatan moral Pak Wali dan Pak Wakil akhirnya ini bisa dilaunching,” kata Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, revitalisasi Gedung Juang 45 hanya titik nol dari rencana besar wisata sejarah di Kota Serang. Gedung Juang 45 di-launching sebagai destinasi wisata sejarah untuk masyarakat Kota Serang dan Banten serta masyarakat umum di Indonesia.
Kedepan, DPK Kota Serang juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang sehingga bisa menjadi destinasi wisata untuk pelajar SD, SMP, dan SMA. (rbn-mam/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here