Home TANGERANG HUB GM Hotel Pakons Tersangka Kasus Pembuangan Limbah Medis di Bogor

GM Hotel Pakons Tersangka Kasus Pembuangan Limbah Medis di Bogor

0
SHARE
GM Hotel Pakons Tersangka Kasus Pembuangan Limbah Medis di Bogor
Anggota Polres Bogor menggunakan APD lengkap, mengecek limbah medis yang dibuang di Tenjo, Bogor bebrapa waktu lalu. Limbah medis ini berasal dari Pakons Prime Hotel (PPH) di Kota Tangerang.

BOGOR – Polres Bogor kembali menetapkan empat tersangka baru dalam kasus pembuangan limbah medis di Kecamatan Tenjo dan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kapolres Bogor AKBP Harun mengungkapkan, tersangka baru merupakan General Manager berinisial IK dan seorang HRD dengan inisial SS di Pakons Prime Hotel (PPH). Selain kedua managemen hotel, dua orang lagi dari perusahaan laundry berinisial IP dan AG juga menjadi tersangka.

“Setelah dilakukan penelusuran dan barang bukti yang cukup, akhirnya Satreskrim Polres Bogor menetapkan IK yang diketahui GM dan SS seorang HRD di hotel tersebut sebagai tersangka,” ungkap Harun, Selasa (23/2), seperti dikutip Radar Bogor. AKBP Harun menceritakan, IP dan AG sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) juga berhasil diringkus di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Setelah sempat kabur ke Jakarta, Sumatera dan Kabupaten Cianjur. Menurut Harun, jajarannya akan terus melakukan penyelidikan terkait pembuangan limbah medis seperti Alat Pelindung Diri (APD) yang telah digunakan dalam pengamanan pasien Covid-19.

“Para tersangka ini terus kami mintai keterangannya, termasuk dari pihak Pemerintah Kota Tangerang. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru,” ujarnya.
Ia menuturkan, para tersangka dijerat pasal berlapis. Pasal 40 ayat 1 UU Nomor 18/2008 tentang pengelolaan sampah dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp100 juta dan maksimal Rp5 miliar. Dan dikenakan pasal 104 UU Nomor 32/2019 tentang Pengelolaan Lingkungan. “Para tersangka kasus pembuangan limbah B3 APD secara ilegal ini, ancaman hukumannya minimal penjara satu tahun dan maksimal tiga tahun dengan denda paling banyak Rp3 miliar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Bogor berhasil mengungkap kasus pembuangan limbah medis alat pelindung diri (APD) Covid-19 yang sempat meresahkan masyarakat Kecamatan Tenjo dan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Terungkapnya kasus pembuangan limbah medis, setelah pihak Polres Bogor bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dalam kasus ini, semula Polres Bogor menetapkan dua orang tersangka berinisial WD (27) dan IP (21). Keduanya merupakan oknum pegawai laundry di Pakons Prime Hotel yang berdomisili di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang. Hotel tersebut adalah tempat karantina pasien Covid-19 yang ditunjuk oleh Pemkot Tangerang. Polres Bogor berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit mobil Grandmax, 120 kantong plastik yang berisikan limbah APD Covid-19 berupa, baju hazmat dan sarung tangan, dan dokumen kerja sama.

Sementara itu, Public Relations Pakons Prime Hotel Sekar melalui rilis menyatakan meminta maaf atas kejadian yang sudah meresahkan Pemkot Tangerang dan masyarakat. Sekar menjelaskan, pembuangan APD itu atas inisiatif driver perusahaan laundry yang selama ini bekerjasama dengan hotel Pakons. “Saudara A ini, merupakan driver dari vendor laundry, menawarkan jasa secara individual atau pribadi. Tidak berkaitan dengan kontrak vendor laundry, untuk memusnahkan limbah APD dengan tarif Rp 1 juta setiap sekali buang. Saudara A menggunakan mobil vendor laundry sebagai alat transportasi tanpa sepengetahuan dari pihak Laundry,” jelasnya.

Ia memaparkan, pria berinisial A menawarkan jasa untuk pembuangan limbah APD tersebut dengan menjanjikan kepada Pihak Pakons Prime Hotel akan dimusnahkan dengan cara dibakar. “Bukan dibuang di wilayah lain. Aksi yang telah dilakukan oleh saudara A untuk membuang limbah APD di Sawah Tenjo Bogor merupakan inisiatif saudara A sendiri, tanpa ada instruksi dari manajamen Pakons Prime Hotel,” terangnya. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here