Home TANGERANG HUB Atur Jadwal Vaksin, Mengapa Tak Pakai Tangerang LIVE?

Atur Jadwal Vaksin, Mengapa Tak Pakai Tangerang LIVE?

0
SHARE
Atur Jadwal Vaksin, Mengapa Tak Pakai Tangerang LIVE?
Andri S. Permana, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Tangerang

KOTA TANGERANG-Vaksinasi tahap kedua, Pemkot Tangerang menyasar pegawai pelayan publik. Aparatur sipil negera (ASN) yang bekerja di sejumlah OPD. Kemarin, hari pertama untuk pegawai di satpol PP, dinas perhubungan dan pegawai kecamatan dan kelurahan. Lokasi vaksinasi di area Puspemkot Tangerang.

Para ASN ini begitu antusias untuk mendapat vaksin. Sehingga berdatangan di saat bersamaan yang menimbulkan penumpukan. Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Tangerang Andri S Permana, mengatakan terjadinya penumpukan itu, karena perencanaan yang kurang matang. Menurutnya, seharus agar tidak terjadi antrean panjang, setiap OPD dibuat jadwal. “Vaksinasi untuk ASN yang bekerja di lingkungan pemkot. Lokasi vaksin di pemkot juga. Kalau perencanaannya matang, seharusnya tidak terjadi antrean,” ungkapnya.

Ia memaparkan, agak penumpukan tidak terulang, pemkot bisa menggunakan teknologi yang sudah dimiliki. Yakni, aplikasi Tangerang LIVE. Aplikasi ini sudah bertahun-tahun digunakan pemkot dalam banyak program. Kata Andri, aplikasi ini juga digunakan untuk absensi digital bagi pegawai. “Seharusnya jadwal vaksin untuk ASN ini, bisa diatur menggunakan aplikasi Tangerang LIVE. Jadwal vaksin bisa di-share menggunakan aplikasi ini. Bisa by name by OPD. Bisa diatur jadwal per jam. Pemkot ini punya aplikasi yang canggih, kenapa tidak dimanfaatkan,” ulasnya.

Andri menegaskan, setelah vaksinasi terhadap ASN , pemkot akan dihadapkan pada pekerjaan besar. Yakni, vaksinasi terhadap masyarakat umum. “Mengatur masyarakat umum agar tidak menimbulkan kerumunan saat vaksinasi, jauh lebih sulit. Hal ini yang harus dipikirkan ke depan,” lanjutnya.

Vaksinasi ini akan berlangsung dua hari ke depan. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah kemarin, memanatu langsung jalannya vaksinasi. Ia mengatakan pelaksanaan vaksinasi tersebut masih terdapat sejumlah kekurangan. Walaupun pemkot sudah mempersiapkan sebanyak 30 lajur untuk mempercepat proses pemberian vaksin.

“Masih perlu disempurnakan, agar prosesnya bisa berjalan lebih cepat lagi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Arief pelaksanaan vaksinasi kemarin, sebagai ujicoba mekanisme untuk pemberian vaksin kepada masyarakat umum, nantinya. “Kami juga akan mengevaluasi proses pelaksanaan vaksinasiini, supaya ke depan lebih tertib dan mematuhi protokol kesehatan,” kata Arif dalam Instagram. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here