Home TANGERANG HUB Kurnia Dapat HP Baru dari Cak Nawa

Kurnia Dapat HP Baru dari Cak Nawa

0
SHARE
Kurnia Dapat HP Baru dari Cak Nawa
Wartawan Tangerang Ekspres Zaky Adnan (kanan) menyerahkan HP dan uang tunai, sumbangan dari Ketua DPRD Banten M Nawa Said Dimyati, kepada Soleman, kakek Kurnia Karno, Kamis (25/2). Kurnia terpaksa tidak meneruskan belajar di SMPN 4 Sepatan, karena tidak punya HP untuk belajar daring.

SEPATAN-Kurnia Karno siswa SMPN 4 Sepatan yang memilih putus sekolah karena tak punya handphone (HP) mengetuk hati M Nawa Said Dimyati. Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten itu, membeli HP baru dan diberikan kepada Kurnia. Telepon genggam itu, dititipkan kepada Zaky Adnan wartawan Tangerang Ekspres, yang kali pertama memberitakan nasib Kurnia yang tidak mampu mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring, karena tidak punya HP. Selain HP, Cak Nawa (panggilan M Nawa Said Dimyati) juga memberikan bantuan uang.

Kurnia memutuskan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren di Rajeg, yang tidak menerapkan PJJ. Bocah kelas 7 itu, selama ini diasuh kakeknya. Kamis (25/2) siang, Zaky menyerahkan HP itu kepada Soleman, kakek Kurnia. Kurnia kemarin tidak berada di rumah, karena sedang mengikuti pembelajaran di pondok pesantren di Rajeg, sejak Januari lalu.

“Tapi, peristiwa ini bukan salah pihak sekolah. Karena sekarang pihak sekolah lebih banyak diberikan tanggung jawab untuk proses belajar mengajar. Nah, proses belajar daring ini disediakan alokasi anggarannya oleh pemerintah,” kata Cak Nawa ini, kepada Tangerang Ekspres, Kamis (25/2).

Politis Partai Demokrat dari Pasarkemis, Kabupaten Tangerang ini memaparkan terkait handphone dan kuota internet, belum ada alokasi anggaran dari pemerintah untuk sekolah. Saat diterapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online.

Tapi sejatinya, pihak komite sekolah harus berpikir bagaimana cara mereka membantu sekolah, agar tidak ada anak didik yang putus sekolah lantaran tidak memiliki HP.

“Jadi, dari awal ketika ada siswa yang kurang dari sisi ekonomi, harusnya komite sekolah mulai berpikir untuk mencari donasi. Harus kreatif mencari donasi dari manapun,” pungkas Cak Nawa.

Di tempat terpisah, Ketua Komite SMPN 4 Sepatan Ali Gozali mengatakan, sudah berkoordinasi dengan ustaz yang berada di ponpes tempat Kurnia Karno menuntut ilmu agama.

“Jadi kami meminta ustaz membimbing Kurnia Karno mengikuti belajar daring. Kami sudah menyepakati dengan ustaz di ponpes yang berada di wilayah Rajeg itu. Kami mempersilakan Kurnia Karno tetap mondok di ponpes,” kata Ali, seraya mengakui telat mendeteksi adanya siswa yang terkendala HP dalam PJJ seperti yang dialami Kurnia Karno. (zky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here