Home TANGERANG HUB Plang Aset Situ Kelapa Dua Hilang

Plang Aset Situ Kelapa Dua Hilang

0
SHARE
Plang Aset Situ Kelapa Dua Hilang
Situ Kelapa Dua, di Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang luasnya menyusut. Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sedang melakukan penyelidikan untuk mencari biang keroknya.

KELAPA DUA-Nasib malang rupanya sudah ditakdirkan menimpa situ Kelapa Dua. Danau yang berlokasi di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, ini sudah mengalami pendangkalan dan penyusutan luas. Kini papan informasi yang memuat luas situ dicopot orang tidak dikenal. Plang yang hilang diketahui, memuat informasi keterangan di mana situ merupakan aset milik Pemprov Banten dengan luasan 37 hektare.

Jaro Kelurahan Kelapa Dua Rusdiana mengatakan, plang situ Kelapa Dua dicopot atas perintah salah satu oknum penguasa lama. Sebab, warga sekitar tidak berani mencopot plang. Dikarenakan tahu, kalau mencopot plang ada unsur pidananya.
Ia menuturkan, tidak tahu maksud dan tujuan pencopotan papan.

“Baru kemarin plang situ dipasang. Tadi (kemarin) saya dapat informasi kalau sudah ada yang mencopot. Plang itu memuat hasil pengukuran terbaru luasan situ Kelapa Dua,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (25/2).

Pria yang akrab di sapa Jaro Buyung ini menjelaskan, ia selalu ikut dalam pengukuran situ Kelapa Dua yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, institusi di bawah Kementerian PUPR. Termasuk pengukuran yang dicatatkan Kementerian PUPR melalui Balai Sumber Daya Air.

“Saya tahu situ ini bukan karena sebagai jaro 18 tahun. Tetapi setiap kali pengukuran situ, saya yang memanggul patoknya. Karena itu, saya tahu,” paparnya.

Buyung mengungkapkan, luas situ Kelapa Dua mengalami penyusutan sejak aset dicatatkan milik negara dari penjajah Kolonial Belanda. Luas awalnya 48 hektare pada pasca kemerdekaan sekira 1945. Lalu, pada 1989 luas situ berkurang satu hektare.

“Pada 1989 luas situ 47 hektare. Kemudian, luas situ diukur terakhir jadi 35 hektare,’ ungkapnya. Namun di 2013, luas situ berkurang lagi. “Sekarang hanya tinggal 21 hektare hasil pengukuran terbaru,” paparnya.

Buyung mengatakan, penyusutan secara drastis luasan situ terjadi sekira 2013 saat Kelapa Dua masih berbentuk pemerintahan desa. Ia mengungkapkan, diduga adanya kongkalingkong antara oknum pejabat desa, kantor pertanahan dengan pengusaha.

“Situ itu milik negara. Dibangun untuk kepentingan masyarakat luas. Bukan kepentingan pribadi. Saat belum menjabat jaro, saya dipercaya oleh kades untuk mengurusi urusan yang berkatian di Kelapa Dua. Karena itu saya tahu detail alur sejarah situ,” ungkapnya.

Atas perbuatan tersebut, negara dirugikan dengan kehilangan aset luasan situ sekira 27 hektare. Apabila diuangkan kerugian diestimasi mencapai Rp1,89 triliun dengan harga tanah Rp7 juta per meter persegi. “Memang saya duga juga kerugian negara itu triliunan. Kalau mengukur dari harga termurah tanah di sini. Situ juga selain susut luasnya, juga mengalami pendangkalan sekarang tinggal 1,5 meter sampai 2 meter,” pungkasnya. Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sedang menyelidiki menyusutnya luas situ ini. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here