Home ADVERTORIAL Pembayaran Si Benteng Non Tunai

Pembayaran Si Benteng Non Tunai

0
SHARE
Pembayaran Si Benteng Non Tunai
DIRESMIKAN : Waki Walikota Tangerang Sachrudin meresmikan angkot Si Benteng beberapa waktu lalu. Awal Maret, Dishub Kota Tangerang memberlakukan pembayaran non tunia bagi angkot Si Benten dan BRT. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang per 1 Maret akan menerapkan sistem pembayaran non tunai untuk angkot Si Benteng dan BRT.

Penerapan tersebut untuk membiasakan para penumpang menggunakan pembayaran non tunai dengan menggunakan aplikasi. Selain itu, dengan pembayaran non tunai mempermudah masyarakat membayar ongkos transportasi Si Benteng dan BRT.

Kepala Dishub Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, awal Maret semua pembayaran akan dialihkan ke pembayaran non tunai. Jadi masyarakat yang menggunakan Si Benteng atau BRT di Kota Tangerang, sudah tidak ada lagi melakukan pembayaran tunai.

“Masyarakat yang menggunakan BRT dan Si Benteng, sudah bisa menggunakan pembayaran non tunai dengan menggunakan aplikasi yang sudah bisa menggunakan barcode. Tidak ada lagi pembayaran tunai, dan semua sudah diterapkan pembayaran non tunai,”ujarnya, Jumat (26/2).

Wahyudi menambahkan, untuk tarif Si Benteng dan BRT masih tetap sama yakni Rp 2.000 berlaku ke semua jurusan yang ada di Kota Tangerang. Kalau untuk pembayaran, Si Benteng dan BRT sudah disiapkan barcode yang ada di dekat pintu penumpang.

“Sosialisasi pembayaran non tunia sudah sejak lama, jadi awal Maret tidak ada lagi pembayaran tunai. Penumpang Si Benteng dan BRT pastinya sudah mempunyai aplikasi seperti Gopay, Link Aja, dan aplikasi non tunia yang memeliki bacode. Jadi tidak ada lagi, pembayaran tunai karena untuk mempermudah,”paparnya.

Ia menjelaskan, Si Benteng memiliki kapasitas angkutan maksimal sebanyak 12 penumpang, namun selama masa pandemi Covid-19 hanya boleh diisi 50% dari total kapasitas. Hal tersebut untuk menghindari adanya kluster baru selama pandemi Covid-19

“Untuk naik dan turun, penumpang sudah disediakan halte sebanyak 10 titik di tiap trayek. Selain itu, Si Benteng ini juga masuk ke permukiman warga. Dan itu mempermudah masyarakat untuk bisa menggunakan si Benteng,”ungkapnya.

Wahyudi menuturkan, Si Benteng melayani empat rute operasional diantaranya Taman Cibodas – Situ Bulakan PP, Gandasari – Gajah Tunggal PP, Gajah Tunggal – Kampung Ledug PP dan Terminal Cimone – Pasar Lama PP. Untuk jumlah armada yang tersedia sebanyak 80 unit Si Benteng.

“Tiap rute ada 18 armada dan 2 armada untuk storing, dan Si Benteng ini juga bisa sebagai penghubung untuk masyarakat menggunakan BRT sesuai dengan halte yang telah kami siapkan,”tutupnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here