Home TANGERANG HUB PR-nya Situ dan Sungai, Dari Sekarang Harus Waspadai Bencana Kekeringan

PR-nya Situ dan Sungai, Dari Sekarang Harus Waspadai Bencana Kekeringan

0
SHARE
PR-nya Situ dan Sungai, Dari Sekarang Harus Waspadai Bencana Kekeringan
Arief R Wismansyah, Walikota Tangerang

KOTA TANGERANG-Menginjak usia 28 tahun, Pemkot Tangerang mempunyai pekerjaan rumah (PR). Salah satunya penanganan banjir. Terutama banjir di kecamatan Periuk yang sudah puluhan tahun belum ada solusinya. Kompleks perumahan Periuk Jaya dan Total Persada setiap musim hujan, menjadi langganan banjir parah. Perumahan Ciledug Indah juga parah. Biang masalahnya pendangkalan sungai dan situ yang menjadi kewenangan Kementerian PUPR. Sementara di wilayah lain, drainasi dalam kondisi baik dan mampu mempecepat surutnya air.

Banjir di Ciledug Indah akibat luapan kali Angke yang berasal dari Jakarta. Banjir di Periuk tak semata karena hujan lebat. Namun, kondisi kedua kompleks perumahan itu kondisinya lebih rendah dibanding sungai dan situ. Di bagian utara perumahan Garden City dan Periuk Damai, ada situ Bulakan. Situ itu lebih tinggi dari perumahan-perumahan yang ada di sekitarnya. Saat hujan, situ tak mampu menampung air dan meluber ke perumahan. Selain situ, kondisi kali Ledug permukaannya lebih tinggi dari Perumahan Garden City Residence dan Total Persada. Kali Ledug, saat meluber membanjir perumahan.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, di usia ke-28 Pemkot Tangerang akan terus mencari solusi untuk permasalahan banjir yang saat ini masih melanda di beberapa wilayah. Secara umum titik banjir banyak berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Banjir Tahun ini, memang sangat berbeda.Banjir yang ada di Kecamatan Periuk itu karena adanya limpasan dari sungai. Sehingga tanggul dan pompa yang sudah disiapkan tidak bisa membantu. Untuk itu, kita akan berupaya semaksimal mungkin merapikan permasalahan banjir,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres usai menggelar sidang paripurna HUT Kota, Minggu (28/2).

Arief menambahkan, untuk mengatasi permasalahan banjir, perlu campur tangan pemerintah pusat, dengan menormaslisasi sungai dan situ yang ada di Kota Tangerang. Karena, kondisinya saat ini sungai dan situ sudah mengalami pendangkalan. “Dengan normalisasi tersebut, diharapkan bisa mengatasi masalah banjir. Untuk itu, peran pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi sungai dan danau, bisa menjadi solusi penanganan banjir,”paparnya. Ia menjelaskan, tidak hanya penangan masalah banjir, perbaikan infrastruktur jalan yang ada di wilayah utara Kota Tangerang juga menjadi fokus pemkot. Agar jalan yang rusak saat ini bisa diperbaiki dan masyarakat bisa nyaman ketika melintas jalan tersebut.

“Kita ketahui, di wilayah utara Tangerang sedang ada proyek pembangunan yang sangat besar. Dan itu, mengakibatkan jalan menjadi rusak dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Kita meminta BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) dan pemerintah provinsi bisa mencarikan solusinya, demi kenyamanan masyarakat,” ungkapnya.

Tahun ini akan terjadi perubahan iklim yang cepat. Pekan lalu intensitas hujan mulai menurun. Dua hari terakhir, suhu udara berubah cepat, langsung panas. Langit cerah. Tidak ada mendung. Maret, diperkirakan sudah memasuki musim kemarau. Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Andri S Permana mengatakan, Pemkot Tangerang harus menyiapkan diri dari sekarang potensi bencana kekeringan.┬áSungai Cisadane yang menjadi sumber air bersih warga Kota Tangerang harus dicek kondisinya. “Biasanya usai banjir, sungai menjadi dangkal. Untuk itu harus diwaspadai, kalau sungi Cisadane surut dan terjadi pendangkalan, akan berdampak pada bahan baku air bersih bagi PDAM,” ulasnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Tangerang itu, mengigatkan pemkot untuk berkoodinasi dengan Kementerian PUPR untuk menormalisasi sungai Cisadane. “Sekali juga disampai masalah pendangkalan situ Babakan dan kali Ledug di Periuk yang menjadi penyebab banjir, agar bisa dilakukan normalisasi kementerian,” lanjutnya. Ia menegaskan, potensi bahaya bencana kekeringan pada musim kemarau tak bisa dianggap enteng. Deteksi dini dan perencanaan penanggulangan akan lebih baik dilakukan sekarang. “Jangan sampai bencana kekeringan sudah terjadi, baru bergerak. Akan lebih baik, dari sekarang sudah mulai berpikir, memetakan potensi kekeringan yang diakibatkan menyusutnya sungai Cisadane,” tutrunya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here